JAKARTA – Daftar wanita terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2025 kembali menarik perhatian. Sejumlah pengusaha perempuan Tanah Air berhasil masuk dalam jajaran 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan fantastis yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari teknologi, energi, hingga properti.
Berikut lima wanita terkaya di Indonesia edisi 2025:
1. Marina Budiman
Marina Budiman menempati posisi teratas sebagai wanita terkaya di Indonesia. Cofounder dan President Commissioner DCI Indonesia ini memiliki kekayaan mencapai USD8,2 miliar atau sekitar Rp140,2 triliun.
Perusahaan yang didirikan pada 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia ini bergerak di sektor data center. Marina juga berada di peringkat 8 dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes 2025.
2. Dewi Kam
Di posisi kedua ada Dewi Kam dengan kekayaan USD4,3 miliar atau setara Rp73,5 triliun.
Kekayaannya berasal dari kepemilikan saham minoritas di Bayan Resources. Ia menempati peringkat 17 dalam daftar orang terkaya Indonesia.
3. Arini Subianto
Arini Subianto berada di posisi ketiga dengan kekayaan USD2,4 miliar atau sekitar Rp41 triliun.
Melalui Persada Capital Investama, bisnisnya mencakup sektor pertambangan, energi, hingga pengolahan kayu, sawit, dan karet. Ia berada di peringkat 33 nasional.
4. Jenny Quantero
Jenny Quantero memiliki kekayaan USD1,4 miliar atau sekitar Rp23,9 triliun.
Bersama suaminya, Engki Wibowo, ia membangun bisnis dari perusahaan batu bara Bayan Resources, yang turut didirikan bersama pengusaha Low Tuck Kwong. Ia berada di peringkat 41 dalam daftar nasional.
5. Hartati Murdaya
Hartati Murdaya menutup daftar dengan kekayaan USD1,25 miliar atau sekitar Rp21,3 triliun.
Ia menjabat sebagai Presiden Direktur Central Cipta Murdaya, perusahaan yang bergerak di berbagai sektor seperti teknik, IT, perkebunan, hingga properti. Salah satu aset terkenalnya adalah Jakarta International Expo. Hartati berada di peringkat 44 nasional.
Daftar ini menunjukkan peran besar perempuan dalam dunia bisnis Indonesia, dengan dominasi sektor teknologi, energi, dan sumber daya alam sebagai penyumbang utama kekayaan mereka. (okz/isl)