Legenda PSMS Medan dan Timnas Indonesia Tumsila Meninggal Dunia

Sport104 Dilihat

MEDAN – Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Sumatera Utara. Legenda PSMS Medan dan Timnas Indonesia era 1960-an hingga 1970-an, Tumsila, meninggal dunia pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kabar wafatnya Tumsila dibenarkan Tokoh Sepak Bola Sumatera Utara, Julius Raja, yang saat ini berada di rumah duka.

“Iya meninggal dunia, kami sudah di rumah duka ini,” ujar Julius Raja, Kamis pagi menjelang siang.

Pria yang akrab disapa King itu menyampaikan, rumah duka Tumsila berada di kawasan Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

BACA JUGA :  Ranking FIFA Maret 2026: Prancis Salip Argentina, Indonesia Ungguli Malaysia

“Beliau berpulang sekitar jam 9 pagi tadi, baru hari ini,” katanya.

Kepergian Tumsila menjadi kehilangan besar bagi sepak bola Sumatera Utara. Namanya tercatat sebagai salah satu pemain penting dalam sejarah PSMS Medan, sekaligus pernah memperkuat Timnas Indonesia pada era 1960-an hingga 1970-an.

Tumsila dikenal luas dengan julukan “Si Kepala Emas”. Julukan tersebut diberikan karena kemampuannya mencetak gol melalui sundulan kepala, yang menjadi salah satu ciri khas permainannya.

BACA JUGA :  PSMS Medan Tak Gentar Hadapi Juara Bertahan Port FC di Piala Presiden 2026

Salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika Tumsila menjadi bagian dari skuad PSMS Medan yang berhasil meraih gelar juara pertama kompetisi Perserikatan pada 1967.

Prestasi tersebut menjadi bagian penting dari sejarah panjang PSMS Medan sebagai salah satu klub sepak bola legendaris Indonesia. Tumsila pun dikenang sebagai salah satu pemain yang ikut meletakkan fondasi kejayaan Ayam Kinantan pada masa tersebut.

BACA JUGA :  Banding Ditolak, PSMS Dihukum Laga Tanpa Penonton

Kepergian Tumsila bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar PSMS Medan dan sepak bola Indonesia. Sosok dan kiprahnya di lapangan hijau akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola Sumatera Utara.

Selamat jalan, Bung Tumsila.

**Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan yang telah diberikan untuk PSMS Medan dan sepak bola Indonesia. Namamu akan tetap