MEDAN – Kericuhan terjadi usai acara pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) Sumatera Utara di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Menyikapi insiden tersebut, Gubernur Sumut Bobby Nasution meminta agar izin penggunaan ruangan diperketat.
Hal itu disampaikan Bobby saat menghadiri acara tepung tawar jemaah calon haji di Aula Raja Inal Siregar, Senin (20/4/2026). Ia mengaku prihatin karena kegiatan yang seharusnya mempererat silaturahmi justru berujung ricuh.
“Saya kalau acara halal bihalal ini agak takut, karena satu hari yang lalu di ruangan ini juga terjadi pertumpahan darah,” ujar Bobby.
Ia meminta Penjabat Sekretaris Daerah Sumut, Sulaiman Harahap, untuk mengevaluasi mekanisme pemberian izin penggunaan aula tersebut agar tidak diberikan secara sembarangan.
“Jangan asal-asal pakai ruangan, tapi tidak menjaga kondusivitas dan makna acara itu sendiri. Halal bihalal itu menyambung silaturahmi, saling memaafkan, bukan malah jadi hal yang tidak baik,” tegasnya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi usai acara pelantikan pengurus KA KAMMI periode 2025–2030 yang digelar bersamaan dengan halal bihalal. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumut.
Kepala Satpol PP Sumut, Moettaqien Hasrimi, menjelaskan bahwa keributan pecah setelah Wakil Gubernur meninggalkan lokasi. Petugas Satpol PP bersama kepolisian langsung turun tangan untuk melerai.
“Setelah acara selesai dan Wakil Gubernur meninggalkan lokasi, kami mendengar keributan. Satpol PP bersama kepolisian langsung melakukan pembubaran,” ujarnya.
Dalam insiden tersebut, seorang anggota Satpol PP bernama Rahmat Daulay mengalami luka di bagian hidung akibat terkena pukulan saat melerai keributan. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan perawatan.
Sejumlah pihak yang terlibat kericuhan telah diamankan oleh aparat kepolisian. Moettaqien berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan meminta pihak penyelenggara lebih baik dalam mengelola peserta kegiatan.
Untuk diketahui, Ketua Umum KA KAMMI Sumut yang dilantik adalah Abdul Rahim Siregar, Anggota DPRD Sumut dari PKS. (bc)