Dalam Kajian Rohis AVI Kualanamu, Eka Putra Zakran Kupas Konsep Islam Berkemajuan

Sumut89 Dilihat

Deli Serdang – Ketua Umum Advokat Negarawan Indonesia (AdNI) Dr (C) Eka Putra Zakran SH, MH menjadi narasumber dalam kajian rutin yang digelar Rohani Islam (Rohis) AVI Angkasa Pura Aviation di Masjid Al-Muttaqin Bandara Internasional Kualanamu, Rabu (10/6/2026).

Pada kesempatan tersebut, Eka membahas tema “Islam Berkemajuan”. Kegiatan yang dilaksanakan usai Salat Zuhur itu diikuti oleh jamaah dari kalangan pegawai bandara, masyarakat sekitar, serta para pengguna jasa bandara yang berkesempatan hadir.

Dalam pemaparannya, Eka Putra Zakran menjelaskan bahwa Islam Berkemajuan merupakan konsep pemahaman Islam yang memadukan komitmen keimanan dengan transformasi sosial untuk menghadirkan kemaslahatan dan rahmat bagi seluruh alam semesta.

Menurutnya, konsep tersebut menegaskan bahwa ajaran Islam tidak hanya berbicara tentang aspek ritual, tetapi juga mendorong umat untuk berperan aktif dalam membangun peradaban yang maju, adil, dan berkeadaban.

BACA JUGA :  Gubsu Bobby Rancang SMA/SMK di Sumut Belajar 5 Hari

“Islam Berkemajuan adalah cara pandang yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan semangat kemajuan. Islam hadir sebagai agama yang memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan manusia, baik dalam bidang sosial, pendidikan, ekonomi, maupun kebudayaan,” ujarnya.

Dalam kajian tersebut, Eka menguraikan lima karakteristik utama Islam Berkemajuan.

Pertama, berlandaskan tauhid, yakni menjadikan keyakinan yang murni kepada Allah SWT sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan. Tauhid menjadi sumber kekuatan spiritual yang membimbing setiap aktivitas manusia agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai ilahiah.

Kedua, bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah. Menurutnya, kedua sumber utama ajaran Islam tersebut harus menjadi pedoman dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan, umat Islam dapat menghadirkan solusi yang relevan tanpa kehilangan identitas keislamannya.

BACA JUGA :  Eka Putra ZN Resmi Tutup Musypimcab Ke-2 PCM Medan Marelan

Ketiga, menghidupkan ijtihad dan tajdid. Ia menegaskan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berpikir kritis, kreatif, dan terbuka terhadap pembaruan. Ijtihad dan tajdid diperlukan agar ajaran Islam tetap mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dinamika sosial yang terus berubah.

“Islam tidak mengajarkan jumud atau stagnansi. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk terus belajar, berinovasi, dan melakukan pembaruan yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai syariat,” jelas sosok yang juga Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan itu.

Karakteristik keempat adalah mengembangkan sikap wasathiyah atau moderasi beragama. Sikap ini ditandai dengan keseimbangan, toleransi, serta menjauhi berbagai bentuk ekstremisme dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Eka, prinsip wasathiyah menjadi sangat penting dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk. Dengan sikap moderat, umat Islam dapat menjadi perekat persatuan sekaligus menghadirkan wajah Islam yang damai dan menyejukkan.

BACA JUGA :  Rekrutmen Pegawai BPSK Disoal, Diduga Jadi Lahan Cawe-Cawe Pj Gubsu dan Wakil Gubernur Terpilih untuk Loloskan Kroni-kroninya

Adapun karakteristik kelima adalah mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. Islam Berkemajuan tidak berhenti pada tataran gagasan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi sesama manusia, lingkungan hidup, dan kehidupan sosial secara luas.

Kajian berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.

Salah seorang pengurus BKM Masjid Al-Muttaqin, Nafis Qurthubi menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, Rohis AVI berharap nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat semakin dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Kajian ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Rohis AVI sehingga dapat diikuti oleh masyarakat yang tidak hadir secara langsung. (r/isl)