TAPTENG – Pemandangan miris terlihat di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, khususnya jalan menujuk SMA Negeri Tukka. Telah bertahun-tahun jalan tersebut tak tersentuh pembangunan.
Warga kecewa. Jalan menuju SMA Negeri 2 Tukka masih rusak parah, becek, berlumpur. Warga menilai, pemda setempat abai dan tak peduli terhadap akses jalan di sana.
“Ironis, bang, meski telah 13 tahun lebih akses jalan ini menjadi kebutuhan vital warga dan pelajar. Tapi, tak satu pun langkah nyata diambil oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun Pemkab Tapanuli Tengah,” ungkap Erik Firmansyah Pasaribu, tokoh pemuda Kecamatan Tukka.
Menurutnya, akses jalan ke sekolah masih memanfaatkan jalur lama menuju SMP Tukka yang kondisinya menyedihkan. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang memaksa siswa berjalan kaki menembus medan berat, bahkan ada yang harus menempuh jarak jauh setiap harinya.
“Sudah sejak sekolah ini berdiri kita ajukan perbaikan akses jalan, tapi sampai sekarang belum juga ada tindakan. Sudah tujuh anggota DPRD Sumut datang, sudah diajukan proposal, tapi mana realisasinya,” sesal Erik Firmansyah Pasaribu.
Dijelaskan Erik, Anggota DPRD yang telah datang memantau daerah tersebut sudah ada 7 orang, termasuk Delmeria Sikumbang dan Juliski Simorangkir.
“Mereka meminta proposal, dan proposal itu sudah diserahkan. Tapi apakah anak-anak sekolah butuh janji atau butuh jalan? Sampai kini, tidak ada hasil nyata. Jalan masih tetap sama: becek, berlubang, dan penuh tanah merah,” kata Erik, kecewa.
Lebih lanjut disampaikannya, bukan hanya SMAN 2 Tukka yang mengalami nasib buruk, akses jalan menuju SMA Negeri 1 Tukka tak kalah memprihatinkan. Jembatan Sigotom yang menjadi penghubung utama, mengalami rusak parah dan rawan menyebabkan kecelakaan, terutama saat kendaraan menumpuk karena macet.
“Inilah wajah pembangunan di Tapanuli Tengah. Visi-misi Bupati Tapteng ‘Naik Kelas’ seharusnya dimulai dari hal paling dasar, yakni akses jalan ke sekolah,” sebut Erik.
Untuk itu, ia pun mendesak agar Bupati Tapanuli Tengah dan Dinas terkait, untuk segera mengambil langkah konkret, bukan hanya sekadar kunjungan seremonial, tapi realisasi nyata di lapangan.(bj)
