MEDAN — Buya Rafdinal SSos, MAP menegaskan bahwa momentum hijrah merupakan titik kebangkitan dan kemenangan umat Islam. Hal itu disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Parade Tauhid dan Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Masjid Al Ikhlas, Komplek Veteran, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan, Selasa (16/6/2026).
Menurut Rafdinal, peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Mekkah ke Yastrib (Madinah) menjadi contoh nyata bagaimana strategi perjuangan mampu membawa perubahan besar bagi umat.
“Dalam 10 tahun dakwah Nabi Muhammad SAW berhasil membangun umat Islam di Madinah menjadi umat pemenang. Nabi menjadi pemimpin dan Islam berkembang ke seluruh jazirah Arab bahkan sampai keluar jazirah Arab. Kemenangan Nabi itu karena strategi perjuangan yang dilakukan berhasil,” ujar Rafdinal.
Ia menjelaskan, terdapat lima strategi Rasulullah SAW yang menjadi kunci keberhasilan perjuangan umat Islam.
Pertama, memperkuat aqidah, tauhid, dan keimanan umat Islam. Kedua, memiliki komitmen kuat dan istiqamah dalam memegang prinsip yang tidak mengkhianati Allah, Rasul, dan perjuangan umat Islam.
Ketiga, umat harus memiliki kekuatan ekonomi serta penguasaan terhadap sumber daya alam. Keempat, menjadikan masjid sebagai pusat kekuatan dan perjuangan umat Islam. Kelima, memperkuat persatuan dan ukhuwah Islam.
“Maka dengan memperingati Tahun Baru Islam 1448 H ini, kalau kita umat Islam ingin menang dalam berbagai keadaan, mari jadikan momentum hijrah sebagai momentum kebangkitan dan kemenangan umat Islam,” katanya.
Rafdinal yang juga Wakil Ketua Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara itu menyinggung perjuangan mempertahankan Masjid Al Ikhlas Medan Estate dari rencana penghancuran.
“Terutama dalam mempertahankan Masjid Al Ikhlas Medan Estate dari upaya penghancuran yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang disuruh oleh pengembang,” tegasnya.
Sementara itu, Ustadzah Hj Ronny Rezkita Siregar mengajak umat Islam untuk memperkuat persatuan dalam mempertahankan masjid. Ia menilai akidah dan identitas umat menjadi bagian penting dalam memenangkan perjuangan.
“Oleh sebab itu, merubuhkan atau meruntuhkan masjid adalah haram,” ujar Bunda Ronny.
Ia juga mengajak masyarakat Muslim untuk bersama-sama mempertahankan Masjid Al Ikhlas dari upaya yang akan dilakukan pihak pengembang.
Senada dengan itu, Ustadz Sulaiman Adami menyampaikan bahwa persoalan masjid seharusnya menjadi perhatian pemimpin daerah maupun nasional.
“Indonesia mayoritas muslim dan pemimpinnya juga muslim. Seharusnya persoalan seperti masjid ini dapat diselesaikan. Ke depan jangan sampai kita salah memilih pemimpin,” ujarnya.
Kegiatan Parade Tauhid dan Tabligh Akbar tersebut dihadiri sejumlah ulama dan tokoh Islam, di antaranya Ustadz Heriansyah, Ustadz Mukhlis, Ustadz Rahmad Gustin, Ustadz Sulaiman Adami (anggota DPRD Deliserdang), Ustadzah Hj Ronny Rezkita Siregar, Ketua Masyarakat Pembela Tanah Wakaf (MPTW) Sumut Abdul Latif Balatif SE, serta Ketua BKM Masjid Nurul Hidayah Ibrahimsyah Sinambela.
Acara ini diikuti sekitar 48 organisasi masyarakat Islam, komunitas Islam, BKM, remaja masjid, dan majelis taklim. Massa berkumpul di Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan, kemudian melakukan long march/konvoi melewati sejumlah ruas jalan.
Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Anggota DPR RI H. Musa Rajekshah untuk kemudian selanjutnya bergerak menuju Masjid Al Ikhlas Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Seituan untuk mengikuti Tabligh Akbar. (r/isl)