Sumut

Sarasehan MUI Sumut Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Satukan Elemen Umat Islam di Medan

Medan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Iman, SMK TriTech, Majelis Taklim Nur Iman, Pengajian Akbar Indra Kasih, Forum Silaturahmi (Fosil) Kota Medan, dan Fosil Deli Serdang menggelar Sarasehan Penguatan Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Iman, Jalan Bhayangkara, Medan, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari berbagai unsur masyarakat, tokoh agama, pengurus masjid, majelis taklim, hingga kalangan pelajar.

Acara dipandu oleh MC Ustaz Muhammad Saddam, S.Pd., M.Pd., anggota Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut. Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Panitia Ustaz H. Darma Effendi, S.H., selaku Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut.

Dalam sambutannya, Ust. Darma Effendi menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen Islam yang telah bergandengan tangan menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara MUI Sumut, BKM Masjid Al Iman, SMK TriTech, Pengajian Akbar Indra Kasih, Majelis Taklim Al Iman, Majelis Taklim Nur Iman, Majelis Taklim Nurul Iman, Fosil BKM Kota Medan, dan Fosil BKM Deli Serdang menjadi contoh nyata pentingnya membangun persatuan umat.

“Harapan MUI adalah seluruh umat Islam senantiasa menjaga silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan semangat persaudaraan,” ujarnya.

Ketua BKM Masjid Al Iman Dr. H. M. Sakti Siregar, M.Kes. juga menyampaikan harapannya agar program Safari Dakwah Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut dapat terus berlanjut di tengah masyarakat sebagai sarana memperluas syiar Islam sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih erat antara ulama dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan SMK TriTech Dr. Susmaini, M.Pd. menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan MUI Sumut. Ia juga mengajak para siswa SMK TriTech yang hadir untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sungguh-sungguh karena materi yang disampaikan menjadi bagian penting dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Sarasehan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. H. Arifinsyah, M.Ag., Ketua Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, mewakili Ketua Umum MUI Sumut Dr. H. Maratua Simanjuntak yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Prof. Arifinsyah mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi dan elemen Islam yang telah berpartisipasi. Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan seluruh komponen umat Islam di Sumatera Utara dapat berkumpul dalam sebuah Gebyar Terbuka Sarasehan MUI Sumut Bersama Elemen Umat Islam sebagai momentum memperkuat persatuan umat.

Ia turut mengapresiasi peran panitia penggerak, Nurmala Sari, S.Pd.I. dan Ina Martina, S.E., RFP, yang menyatakan kesiapan membantu menyukseskan agenda tersebut.

Sebagai narasumber pertama, Prof. Arifinsyah menyampaikan materi mengenai Hakikat Persaudaraan dalam Islam. Menurutnya, tantangan terbesar umat Islam saat ini adalah melemahnya ukhuwah akibat berkembangnya materialisme, individualisme, hedonisme, fanatisme, dan pragmatisme.

Ia menegaskan bahwa penguatan ukhuwah Islamiyah harus berjalan seiring dengan ukhuwah basyariyah dan ukhuwah wathaniyah melalui semangat ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan takaful. Selain itu, kekuatan umat juga harus ditopang oleh Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, lembaga pendidikan Islam, pemberdayaan masjid, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta semangat amar ma’ruf nahi mungkar.

“MUI sebagai tenda besar umat Islam dengan visi khadimul ummah akan terus mengajak seluruh umat untuk bersatu membangun masa depan yang lebih baik. Semoga Allah SWT meridhai setiap ikhtiar kita,” ungkapnya.

Narasumber kedua, Dr. H. M. Arfan Daulay, S.Ag., M.A., Sekretaris Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut, menyampaikan materi bertajuk Adab Bertetangga dan Bermasyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kebangkitan umat Islam berawal dari kuatnya ukhuwah Islamiyah yang dimulai dari lingkungan terdekat, yakni tetangga. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menegaskan bahwa ukuran keimanan seseorang tercermin dari sikapnya terhadap tetangganya.

Menurutnya, terdapat lima bentuk ukhuwah kepada tetangga, yaitu ukhuwah lisan melalui salam dan sapaan, ukhuwah harta dengan saling membantu, ukhuwah perasaan melalui empati saat suka maupun duka, ukhuwah kehormatan dengan menjaga nama baik sesama, serta ukhuwah dakwah melalui ajakan kepada kebaikan dengan cara yang santun.

“Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar jargon. Praktik pertamanya dimulai dari bagaimana kita memperlakukan tetangga. Jika hubungan dengan tetangga baik, maka persaudaraan umat akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.

Kegiatan Sarasehan Penguatan Ukhuwah Islamiyah ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz Dr. Khairuddin, M.A., anggota Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Sumut.

Melalui kegiatan ini, MUI Sumatera Utara berharap terbangun sinergi yang semakin kuat di antara seluruh elemen umat Islam, sehingga ukhuwah Islamiyah tidak hanya menjadi konsep, tetapi diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat sebagai fondasi persatuan, dakwah, dan kemajuan umat. (r/isl)