BI Tingkatkan Kapasitas UMKM Jelang Festival Ekonomi Syariah 2025

Ekonomi Syariah73 Dilihat

KUPANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Nusa Tenggara Timur meningkatkan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di provinsi itu jelang festival ekonomi syariah 2025.

Kepala Perwakilan BI Wilayah NTT Agus Sistya Widjajati kepada wartawan di Kupang, Selasa sore mengatakan bahwa BI siap mendukung perluasan pasar UMKM NTT melalui industri kreatif syariah (IKRA) Indonesia 2025.

“BI NTT akan memfasilitasi pelatihan pendampingan bagi UMKM di bidang mode busana serta makanan dan minuman berbasis halal agar dapat bergabung pada IKRA 2025,” katanya dikutip Antara, Rabu (5/2/2025).

BACA JUGA :  Pengajian dan Buka Bersama MES DIY: Pererat Silaturahmi, Bangun Ekonomi Syariah

Dia menjelaskan bahwa IKRA 2025 merupakan salah satu dari rangkaian program Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025.

IKRA Indonesia tambah dia merupakan wadah yang mempertemukan pelaku usaha syariah di bidang fashion serta makanan dan minuman halal.

IKRA tambah dia mengumpulkan para pelaku usaha syariah di sektor tersebut agar dikembangkan secara holistik, yang mencakup pengembangan kapasitas, penguatan branding dan marketing.

BACA JUGA :  RRI dan BSI Sinergi Literasi Keuangan Syariah

“Serta perluasan pasar baik dalam maupun luar negeri,” ujar dia.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan kurang lebih empat 48 UMKM di NTT. Hal ini ujar dia, membuktikan sangat antusiasnya UMKM di NTT dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Dari seluruh UMKM yang bergabung dia merincikan terdapat 24 UMKM fashion serta 24 UMKM dari subsektor makanan dan minuman.

BACA JUGA :  FEBI IAIN Palangka Raya dan LAZNAS YAKESMA Kalimantan Tengah Jalin Kerja Sama

Sementara itu BI NTT menghadirkan dua tim national expert yang menjadi pendamping kegiatan capacity building.

Mereka adalah Wignyo Rahadi pendamping UMKM NTT subsektor mode busana dan Chef Herman, selaku pendamping UMKM NTT subsektor makanan dan minuman. (ant/isl)