JAKARTA- Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (9/4/2025), Sebelum lawatan ke luar negeri Prabowo menyebut rencananya mengevakuasi 1.000 warga Gaza pada tahap 1 adalah mereka yang terluka, trauma, atau anak-anak yatim.
Rencana ini menimbulkan banyak perdebatan & spekulasi dari berbagai pihak, termasuk MUI, seperti diketahui Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mempertanyakan rencana Presiden RI Prabowo Subianto mengevakuasi sejumlah warga Palestina ke Indonesia.
Dia menggarisbawahi evakuasi warga Palestina ke luar negeri selama ini menjadi rencana Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk mengosongkan Jalur Gaza.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melalui Jodi Setiawan, Kepala Bidang Keummatan & Wawasan Keislaman PP KAMMI menilai pernyataan dari prabowo kurang tepat dan tidak sejalan dengan semangat juang warga Gaza Palestina.
“Jangan sampai semangat kita membantu Palestina jadi hilang arah dan tidak sesuai dengan fakta yang ada,” ujarnya, Senin (14/4/2025)
Jordi mengatakan bahwa jangan sampai kita terjebak masuk skenario Donal Trump dan juga Netanyahu.
“Hasil dari kajian, KAMMI mempunyai 2 Opsi ke Prabowo. Pertama, mengirimkan TNI untuk membantu dan mendukung terjadinya kedamaian di Palestina serta membuka pintu Rafah dan RS Indonesia di Mesir,” jelasnya.
