Gerindra Tuding Wali Kota Binjai Pengecut, Pedagang Kecil Digusur Tempat Maksiat Dibiarkan

Politik59 Dilihat

BINJAI– Fraksi Gerindra DPRD Kota Binjai kecam aksi penggusuran pedagang kecil oleh Pemko Binjai. Wali Kota Binjai Amir Hamzah jangan jadi pengecut karena beraninya hanya dengan rakyat kecil.

“Tidak adil kalau penegakan Perda dan penataan kota ini hanya menyasar pedagang kecil. Sementara ada banyak tempat maksiat di Binjai yang juga melanggar perda, merusak estetika kota dan merusak citra kota sampai hari ini tidak tersentuh oleh Pemko,” kata H. Ronggur Raja Doli Simorangkir Anggota DPRD Binjai Fraksi Gerindra, Rabu (8/4/2026).

BACA JUGA :  Ketua DPRD Medan Pimpin Rapat Banggar Pertanggungjawaban APBD 2022

Ronggur mengatakan pihaknya bukan tidak mendukung penegakan Perda, tapi penegakan aturan itu juga harus memprioritaskan sisi keadilan dan solusi agar tidak terkesan tebang pilih dalam penegakan aturan.

Kata dia, pedagang-pedagang kecil di Bangkatan, di Lapangan merdeka dan tempat lain itu cari makan dengan cara yang halal.

“Mereka yah berjuang sendiri malah mereka pula yang diburu atas dasar aturan. Sementara tempat maksiat menjamur di Binjai ini, belum lagi soal peternakan di Bhakti Karya sana, itu gimana?, ” kata Ronggur.

BACA JUGA :  Terkait APK, Bawaslu Sumut Minta Peserta Pemilu Taati Aturan Kampanye 

Ia kemudian mempertanyakan sikap Pemko Medan terhadap tempat-tempat maksiat yang masih dibiarkan.

“Pertanyaannya, kenapa Pemko tidak bertindak atas dasar aturan terhadap tempat-tempat maksiat?. Jangan gunakan kekuasaan untuk menindas rakyat kecil, itu pengecut namanya,” lanjutnya.

Ronggur mengatakan Gerindra mendorong agar Pemko fokus dulu untuk mencari solusi, lalu mengambil tindakan. Main gusur tapi belum ada solusi yang matang, itu namanya kita mengorbankan rakyat.

BACA JUGA :  Bobby Nasution Akan Ambil Formulir Pilgub ke PDIP Meski Tidak Didukung

“Gerindra mengecam tindakan itu dan akan bersikap membela pedagang kecil,” tutup Ronggur. (r/isl)