Medan – Ratusan massa yang tergabung dalam Dewan Peduli Negeri (DPN) bersama sejumlah elemen buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Jalan Yos Sudarso,Rabu (3/6/2026).
Aksi ini diikuti oleh KSPSI AGN SUMUT, Persatuan Buruh (PRABU), Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN), Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS), Ojol Buruh Bersatu (OBB), Serikat Nelayan dan Petani, Front Peduli Wanita, serta Dewan Mahasiswa Sumatera (DEMASU).
Pantauan di lokasi menunjukkan massa memadati area depan kantor PLN sembari membawa berbagai barang elektronik yang rusak mulai dari televisi, mesin cuci, hingga bola lampu. Peralatan rumah tangga tersebut sengaja dibawa sebagai simbol protes atas kerugian materiil yang dialami warga akibat pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Sumatera Utara selama beberapa hari terakhir.
Situasi sempat memanas ketika massa mulai membakar ban bekas dan melemparkan sejumlah barang elektronik rusak ke aspal. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar Jalan Yos Sudarso mengalami kemacetan.
Salah satu koordinator aksi, Riza Nasution, menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan untuk menuntut ganti rugi nyata dari pihak PLN atas kerusakan fasilitas elektronik warga.
“Kami hadir di sini menuntut kompensasi kepada PLN,” ujar Riza di sela-sela aksi.
Selain kompensasi, massa mendesak manajemen PLN UID Sumut untuk mengeluarkan surat rekomendasi resmi yang ditujukan kepada pimpinan pusat PLN di Jakarta. Rekomendasi tersebut berisi tuntutan ganti rugi dari warga Sumatera Utara.
“Kami meminta surat rekomendasi untuk diteruskan ke pusat. Warga Sumut meminta kompensasi, sebab minggu depan DPN juga akan menggelar aksi lanjutan di Jakarta,” kata Riza menambahkan.
Menanggapi tuntutan tersebut, General Manager Komunikasi PLN UID Sumut, Darma, menemui massa dan menyarankan agar pihak demonstran sendiri yang menyusun draf rekomendasi yang diinginkan. Darma juga menjelaskan bahwa persoalan blackout di Sumut saat ini sudah menjadi pembahasan di tingkat pusat.
“Permasalahan yang Abang-abang tuntut hari ini sudah dibahas sampai ke Jakarta. Mengingat proses investigasi penyebab blackout juga sedang berjalan, mari kita tunggu bersama-sama hasilnya,” tutur Darma di hadapan massa.
Jawaban tersebut rupanya belum memuaskan para demonstran. Kekecewaan mendalam disampaikan oleh
Ketua KSPSI AGN Sumatera Utara, T.M. Yusuf. Ia menilai pihak PLN UID Sumut lambat dalam mengambil keputusan dan terkesan menghindar.
“DPN tidak akan berhenti dan tidak akan mundur satu langkah pun. Besok kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak sampai General Manager (Utama) keluar menemui kami. Kalau dia hanya bisa berwacana, untuk apa kemarin menemui Gubernur? Itu hanya tebar pesona,” teriak Yusuf sembari membakar semangat massa dengan seruan, “Hidup Buruh!”
Setelah menyampaikan orasinya dan berjanji akan kembali melakukan aksi susulan esok hari, ratusan massa akhirnya membubarkan diri secara tertib di bawah pengawalan ketat dari aparat Kepolisian. (r/isl)
