Medan – Ketua BKM Al Munawarah Kota Medan, HM Nezar Djoeli, mengecam keras aksi penghadangan terhadap rombongan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat hendak menghadiri Tabligh Akbar di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).
Menurut Nezar, UAS datang memenuhi undangan masyarakat untuk menyampaikan ceramah keagamaan kepada umat Islam, sehingga penolakan tersebut dinilai tidak mencerminkan semangat toleransi dan penghormatan terhadap tamu.
“Kami meminta pemerintah memberikan penjelasan atas peristiwa ini. UAS datang untuk menyampaikan ceramah kepada umat Islam atas undangan masyarakat. Mengapa justru ada pihak yang mengintervensi kegiatan panitia?” ujar Nezar, Senin (6/7/2026).
Ia mempertanyakan alasan sekelompok masyarakat melakukan penolakan terhadap seorang ulama yang hadir sebagai tamu undangan.
“Kalau memang ada keberatan terhadap kegiatan tersebut, seharusnya disampaikan kepada panitia penyelenggara, bukan kepada ulama yang memenuhi undangan. UAS datang sebagai tamu. Terlepas dari perbedaan agama, setiap tamu seharusnya dihormati,” katanya.
Nezar juga mendorong pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai mekanisme penyelenggaraan kegiatan keagamaan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Selain itu, ia menyesalkan tindakan sejumlah oknum organisasi masyarakat yang dinilai menghalangi kebebasan warga negara dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan.
“Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama dan menjalankan ajaran agamanya sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945. Apabila ada pihak yang menghalangi hak tersebut, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Sebelumnya, rombongan Ustaz Abdul Somad mendapat aksi penolakan saat tiba di Bandara Melalan, Kutai Barat, Jumat (3/7/2026), sebelum menghadiri Tabligh Akbar di wilayah tersebut.
Kasi Humas Polres Kutai Barat, Iptu Sukoco, membenarkan adanya sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Dayak melakukan aksi penolakan terhadap kehadiran UAS.
“Benar ada sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan warga Kutai Barat menyampaikan penolakan terhadap kehadiran UAS. Jumlahnya sekitar 20 sampai 25 orang,” kata Sukoco kepada wartawan.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang menghadang iring-iringan kendaraan rombongan UAS, bahkan beberapa di antaranya naik ke atas kendaraan pengawal. Meski demikian, aparat kepolisian dan TNI berhasil mengendalikan situasi sehingga tetap aman dan kondusif.
Menurut Sukoco, aparat telah menerapkan strategi pengamanan dengan mengubah susunan iring-iringan kendaraan. Kendaraan yang dihentikan massa bukan kendaraan yang ditumpangi UAS, melainkan mobil pengawal.
“Seolah-olah UAS berada di mobil itu, padahal beliau sudah berada di kendaraan lain dan lebih dulu melintas. Saat mereka memeriksa kendaraan tersebut, ternyata UAS tidak ada di dalamnya,” jelasnya.
Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tabligh Akbar yang dihadiri Ustaz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai rencana dengan pengamanan aparat. (r/isl)
