‘Aisyiyah dan KLH Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Nasional57 Dilihat

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penanganan Kedaruratan Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan/atau Limbah B3 di Kantor PP ‘Aisyiyah, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, KLH juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa empat unit kendaraan angkut sampah roda tiga (Viar), lima unit komposter, serta lima unit tempat sampah terpilah guna mendukung pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Ketua PP ‘Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari dakwah dan misi kemanusiaan yang selama ini dijalankan organisasi. Melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), ‘Aisyiyah terus mengembangkan berbagai program, mulai dari penanaman pohon, pengurangan sampah, hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim.

BACA JUGA :  Terkait Tapera, Kemenkeu Janjikan Peserta Dapat Insentif Pajak

Menurutnya, sinergi dengan pemerintah menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan gerakan pelestarian lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Direktur Penanganan Sampah KLH, Melda Mardalina, mengungkapkan Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari, dengan sebagian besar masih berakhir di TPST Bantargebang tanpa melalui proses pemilahan.

Ia menjelaskan, lebih dari separuh timbulan sampah berasal dari sisa makanan dan sampah dapur. Karena itu, pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah menjadi langkah penting untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui bank sampah dan mitra pengelola.

BACA JUGA :  Peringati Hari Bhakti Adhyaksa ke-64, Jamdatun Dr Narendra Jatna Buka FGD Sejarah Kejaksaan

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rizky Febriyanto, menilai tantangan pengelolaan sampah di Jakarta membutuhkan kerja sama erat antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga.

Sementara itu, Andina Novita mengajak masyarakat mengubah pola konsumsi dengan membiasakan berpikir sebelum membeli barang, mempertimbangkan manfaatnya, serta memikirkan cara pengelolaannya setelah digunakan sebagai upaya mengurangi timbulan sampah.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Fraksi PAN, Putri Zulkifli Hasan, mengingatkan bahwa limbah B3 juga banyak berasal dari aktivitas rumah tangga. Karena itu, edukasi mengenai pemilahan sampah perlu dimulai dari lingkungan keluarga.

BACA JUGA :  Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

Ia berharap ‘Aisyiyah dapat menjadi pelopor gerakan sedekah sampah dengan mengajak keluarga dan masyarakat membiasakan memilah sampah. Menurutnya, langkah sederhana tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan menjadi amal kebaikan.

Bantuan yang disalurkan KLH diharapkan mampu memperkuat praktik pemilahan sampah dari sumber, pengolahan sampah organik, serta pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan ‘Aisyiyah.

Melalui kerja sama ini, PP ‘Aisyiyah dan Kementerian Lingkungan Hidup menegaskan komitmen untuk terus membangun budaya pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (r/isl)