Suharis Prabudi: Kepemimpinan Indonesia Menuju 2045 Harus Berbasis Tauhid, Amanah, dan Keadilan

Medan50 Dilihat

MEDAN — Wakil Ketua Politisi Muslim untuk Semua, Suharis Prabudi, menegaskan bahwa arah kepemimpinan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas nilai tauhid, amanah, keadilan, ilmu, iman, dan integritas.

Hal tersebut disampaikan Suharis dalam diskusi mengenai kondisi dan arah bangsa di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (16/8/2026).

Menurut Suharis, peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045 tidak boleh hanya dimaknai sebagai pencapaian ekonomi, pembangunan infrastruktur, maupun kemajuan teknologi. Lebih dari itu, Indonesia Emas harus menghadirkan kesejahteraan dan keadilan yang dirasakan seluruh rakyat.

Pemimpin Adalah Pemegang Amanah, Bukan Pemilik Kuasa

Suharis mengingatkan bahwa jabatan publik merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar kekuasaan yang dapat digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

BACA JUGA :  Politisi Muslim untuk Semua Gelar Dauroh Hadist, Bedah Kitab 40 Hadist tentang Pemerintahan Karya Ustaz Tohir Ritonga

“Kalau hari ini kita ingin Indonesia maju, bersih, dan berdaulat di 2045, maka syarat pertamanya adalah pemimpin harus memahami bahwa kursi itu titipan. Anggaran negara itu titipan. Kepercayaan rakyat itu titipan. Jangan dikhianati,” ujar Suharis.

Ia menilai, kepemimpinan yang jauh dari nilai amanah berpotensi melahirkan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, serta kebijakan yang semakin menjauhkan negara dari kepentingan rakyat.

Keadilan Sosial Menjadi Tolak Ukur Keberhasilan

Suharis juga menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas tidak cukup diukur melalui pertumbuhan ekonomi atau pembangunan fisik.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan pembangunan adalah sejauh mana keadilan dan kesejahteraan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

“Adil itu distribusi pembangunan yang merata dari Sabang sampai Merauke. Adil itu hukum yang sama untuk pejabat maupun rakyat kecil. Adil itu tidak ada lagi stunting, kemiskinan, dan kesenjangan pendidikan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Rumah Sakit Bertaraf Internasional Segera Hadir di Sumut, Gubsu Bobby Harapkan Beri Pelayanan Maksimal ke Masyarakat

Ia menambahkan, pemimpin yang mampu menegakkan keadilan harus menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun Indonesia yang kuat dan bermartabat menuju 2045.

Menolak Politik Pecah Belah, Menguatkan Ukhuwah

Memasuki perjalanan menuju 2045, Suharis mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para elite politik, meninggalkan politik pecah belah dan praktik adu domba yang dapat mengancam persatuan nasional.

Menurutnya, keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan, bukan komoditas politik untuk kepentingan jangka pendek.

“Perbedaan itu rahmat. Tugas pemimpin adalah menyatukan perbedaan, bukan menjualnya untuk kepentingan sesaat. Tanpa ukhuwah, mustahil kita bisa bersaing dan membangun Indonesia yang kuat pada 2045,” tegasnya.

BACA JUGA :  Sudaryono Geram Pencopotan Kareg BGN Sumut Lambat, Suharis Prabudi: Jangan Bertele-tele, Ini Soal Nyawa Anak

Tiga Syarat Pemimpin Indonesia 2045

Menutup pernyataannya, Suharis menyebut setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dimiliki pemimpin Indonesia menuju 2045.

Pertama, ilmu, yakni kemampuan memahami tata kelola negara sekaligus menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kedua, iman, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT yang menjadi landasan moral dalam menjalankan kekuasaan.

Ketiga, integritas, yakni komitmen untuk menjalankan pemerintahan secara bersih dan menjauhkan diri dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

“Kalau tiga hal ini ada, insyaAllah Indonesia 2045 bukan hanya mimpi. Tetapi kalau pemimpinnya jauh dari dalil dan akhlak, maka kita hanya akan berganti orang, bukan berganti nasib,” pungkasnya. (r/isl)