MEDAN – Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Kota Medan, Selasa (18/8/2026) malam, menyebabkan kerusakan parah pada gedung SD Muhammadiyah 28 Medan di Jalan Cemara, Kecamatan Medan Timur.
Angin kencang menerbangkan genteng dan rangka baja pada bagian atap dua ruang kelas, yakni ruang kelas 4 dan 5 yang berada di lantai atas. Material atap tersebut bahkan menimpa rumah warga di sekitar sekolah.
Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan, Yusman, mengatakan cuaca ekstrem tersebut juga merusak sejumlah fasilitas sekolah, termasuk AC, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terpaksa dihentikan sementara secara tatap muka.
Berdasarkan kesepakatan Pimpinan Muhammadiyah bersama Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kota Medan, proses pembelajaran untuk sementara dialihkan secara daring hingga Rabu mendatang.
“Koordinasi dengan tukang diminta waktu sekitar 10 hari untuk perbaikan. Karena akan ada pembongkaran dan semua diganti, baik seng maupun rangka bajanya. Inilah yang menjadi perhatian kita,” ujar Yusman, Jumat (21/8/2026).
Sebagai penanggung jawab Pimpinan Muhammadiyah Kota Medan Rayon 1 Wilayah Cabang Perjuangan, Yusman berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan tanpa hambatan.
Ia mengungkapkan, sebelum kejadian, sejumlah anak masih mengikuti kegiatan mengaji di masjid pada sore hari. Namun, karena angin mulai bertiup kencang, para siswa kemudian dipulangkan dan dijemput oleh orang tua masing-masing.
Sekitar pukul 21.30 WIB, pihak Muhammadiyah bersama masyarakat setempat datang ke sekolah untuk melakukan pemantauan setelah mendapat informasi bahwa ruang kelas diterjang badai dan material atapnya menimpa rumah warga.
“Sehingga Rabu pagi, dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Lazismu Kota Medan, lurah, perwakilan camat, dari Trantib meninjau semua. Inilah kondisi riil yang terjadi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” tuturnya.
Yusman menyebutkan, biaya perbaikan dua ruang kelas serta rumah warga yang terdampak ditaksir mencapai Rp65 juta.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 28 Medan, Lilis Mulyani, mengatakan sebanyak 350 siswa untuk sementara mengikuti pembelajaran secara daring demi menghindari risiko selama proses perbaikan berlangsung.
“Siswa belajar lewat daring, dan guru-gurunya siap sedia di sekolah. Daring tidak di rumah, tapi dari sekolah,” kata Lilis.
Ia berharap Pemerintah Kota Medan dapat memberikan bantuan untuk mendukung proses perbaikan. Menurutnya, kebutuhan biaya yang cukup besar menjadi salah satu kendala dalam mempercepat pemulihan fasilitas sekolah.
Pihak sekolah dan Muhammadiyah berharap proses perbaikan dapat segera rampung sehingga para siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan aman dan nyaman. (r/isl)
