Pesan Kepala BKN untuk PNS dan PPPK: Persiapkan Pensiun Sejak Dini, Jangan Gegabah Berbisnis

Nasional, News12 Dilihat

BOGOR – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun PPPK paruh waktu, agar mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Menurutnya, persiapan pensiun tidak hanya berkaitan dengan kondisi keuangan, tetapi juga menyangkut kesiapan mental, stabilitas pendapatan, serta kemampuan mengembangkan kegiatan produktif yang minim risiko finansial.

Pesan tersebut disampaikan birokrat yang akrab disapa Prof. Zudan itu dalam kegiatan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun di Bogor, Kamis (29/10/2026).

Prof. Zudan menegaskan, pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup. Sebaliknya, masa pensiun merupakan fase baru yang harus dihadapi dengan tenang, bahagia, dan penuh kesiapan bersama keluarga.

“Yang perlu disiapkan itu adalah hati dan pikiran kita, bahwa kita semua akan sampai di tahap ini,” ujar pria kelahiran Sleman yang kini berusia 57 tahun tersebut.

BACA JUGA :  MK Tegaskan Aturan Mutasi PNS Minimal 10 Tahun Tidak Bertentangan dengan Konstitusi

Mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri itu juga mengingatkan bahwa setiap jenjang karier memiliki batas waktu. Karena itu, ASN harus memahami bahwa persiapan pensiun bukan tentang bagaimana mempertahankan jabatan atau posisi, melainkan bagaimana mempersiapkan kehidupan setelah tidak lagi aktif bekerja.

“Kalau sudah sampai di puncaknya, persiapannya adalah bukan bertahan di puncak, tetapi mempersiapkan untuk turun,” katanya, dikutip dari keterangan Humas BKN.

Jangan Gegabah Memulai Bisnis Baru

Salah satu pesan penting Prof. Zudan adalah kehati-hatian dalam mengelola keuangan menjelang masa pensiun.

Ia mengingatkan calon pensiunan agar tidak mudah tergiur tawaran bisnis baru yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, tetapi justru berpotensi menguras tabungan dan sumber pendapatan.

“Jangan memulai usaha baru, bisnis baru, yang bisa menguras pendapatan kita. Saat kita akan memasuki usia pensiun, yang harus dijaga adalah kestabilan pendapatan,” tegasnya.

BACA JUGA :  Marsda TNI Ian Fuady, Peraih Adhi Makayasa 1993, Kini Jabat Pangkoopsau

Menurutnya, tidak sedikit penawaran bisnis yang terlihat menjanjikan, tetapi pada akhirnya justru menimbulkan kerugian akibat pengelolaan usaha yang tidak sehat atau mitra bisnis yang meninggalkan usaha.

Oleh sebab itu, ASN yang mendekati masa pensiun perlu mempertimbangkan setiap risiko secara matang sebelum menggunakan tabungan atau dana yang selama ini menjadi penopang kehidupan keluarga.

Kembangkan Hobi Menjadi Kegiatan Produktif

Sebagai alternatif, Prof. Zudan mendorong calon pensiunan untuk mengembangkan hobi menjadi kegiatan produktif yang menyenangkan tanpa harus membebani kondisi keuangan.

Berkebun, memelihara hewan, serta mengembangkan keterampilan pribadi dapat menjadi pilihan untuk menjaga aktivitas, kebahagiaan, dan produktivitas setelah memasuki masa pensiun.

Ia bahkan mencontohkan hobinya merawat bonsai dan tanaman sebagai aktivitas positif yang dapat ditekuni tanpa harus mempertaruhkan stabilitas keuangan utama.

Dengan demikian, masa pensiun tetap dapat diisi dengan kegiatan bermanfaat, sekaligus memberikan ruang bagi seseorang untuk menikmati kehidupan bersama keluarga.

BACA JUGA :  BNNP Aceh Gelar Maulid Nabi di Dayah Darul Musthafa, Dorong Rehabilitasi Narkoba Berbasis Dayah

Pelatihan Pensiun Sebaiknya Dimulai 10 Tahun Sebelumnya

Untuk memperkuat kesiapan ASN menghadapi masa purnabakti, Prof. Zudan mengusulkan agar pelatihan masa persiapan pensiun diberikan jauh sebelum pegawai memasuki usia pensiun, bahkan sekitar 10 tahun sebelumnya.

Menurutnya, persiapan yang dilakukan lebih awal akan memberikan waktu lebih panjang bagi ASN untuk menata kondisi keuangan, membangun kesiapan mental, memperluas jejaring sosial, serta mengembangkan aktivitas produktif secara bertahap.

Pesan Kepala BKN ini menjadi pengingat penting bagi seluruh ASN, baik yang masih muda maupun yang sudah mendekati masa pensiun.

Sebab, masa pensiun merupakan kepastian dalam perjalanan karier setiap ASN. Karena itu, mempersiapkannya sejak dini merupakan langkah bijak agar kehidupan setelah purnabakti tetap sejahtera, produktif, dan bahagia. (Bc/isl)