MEDAN — Kereta api bersubsidi masih menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat Sumatera Utara untuk melakukan perjalanan dengan tarif terjangkau. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 1.130.771 pelanggan menggunakan layanan kereta api dengan skema Public Service Obligation (PSO) sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan tingginya jumlah pengguna menunjukkan bahwa KA PSO memiliki peran penting dalam menyediakan transportasi publik yang dapat dijangkau berbagai lapisan masyarakat.
“Layanan KA PSO memberikan pilihan perjalanan dengan tarif yang terjangkau sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang dapat mengakses transportasi kereta api,” kata Anwar, Jumat (21/8/2026).
Dari tiga layanan kereta api bersubsidi yang beroperasi di wilayah Divre I Sumatera Utara, KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai PP menjadi penyumbang penumpang terbesar.
Sepanjang tujuh bulan pertama 2026, KA Putri Deli melayani 758.531 pelanggan, atau sekitar 67 persen dari total pengguna KA PSO di Sumatera Utara.
Sementara itu, KA Siantar Ekspres relasi Medan–Pematangsiantar PP mencatat 317.326 pelanggan pada periode Januari–Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 299.412 pelanggan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi alternatif transportasi yang diminati masyarakat untuk perjalanan antara Medan dan Pematangsiantar.
Menurut Anwar, tarif yang ekonomis memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena dapat membantu menekan biaya perjalanan, khususnya bagi warga yang melakukan mobilitas secara rutin.
“Dengan biaya transportasi yang lebih terjangkau, masyarakat memiliki ruang finansial yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pokok lainnya,” ujarnya.
Selain tarif yang terjangkau, KAI juga terus menjaga ketepatan waktu sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tingkat On-Time Performance (OTP) keberangkatan kereta penumpang KAI Divre I Sumut mencapai 99,95 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan mencapai 99,26 persen.
Tingkat ketepatan waktu tersebut membuat perjalanan menggunakan kereta api lebih mudah diprediksi dibandingkan perjalanan melalui jalur darat yang berpotensi terkendala kepadatan lalu lintas.
“Dengan tingkat ketepatan waktu yang sangat tinggi ini, para pelanggan tidak perlu menghadapi kemacetan jalan dan waktu perjalanan menjadi lebih terprediksi,” kata Anwar.
KAI Divre I Sumatera Utara memastikan pengembangan layanan kereta api akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan perjalanan, dan kenyamanan pelanggan.
Anwar menegaskan, konektivitas transportasi tidak sekadar menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, pekerjaan hingga kegiatan sosial.
“Semakin mudah masyarakat bergerak, semakin terbuka pula akses terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan sosial. Khusus untuk Sumatera Utara, konektivitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antardaerah,” pungkasnya. (r/isl)
