JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanuddin dijadwalkan melantik, mengambil sumpah jabatan, dan memimpin serah terima jabatan sejumlah pejabat struktural Eselon I di lingkungan Kejaksaan Agung pada Jumat (24/7/2026).
Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden yang menetapkan sejumlah pejabat baru untuk mengisi posisi strategis di Korps Adhyaksa.
Lima pejabat yang akan dilantik meliputi:
Asep Nana Mulyana lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 14 Agustus 1969. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram ini memulai karier di Kejaksaan pada 1996 sebagai staf Pusdiklat Kejaksaan RI.
Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, mulai dari Kepala Kejari Langkat, Kepala Kejari Semarang, Asisten Pidana Khusus Kejati Sumatera Utara, Asisten Khusus Jaksa Agung, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri, Kajati Banten, hingga Kajati Jawa Barat.
Sebelum dipercaya menjadi Wakil Jaksa Agung, Asep menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum).
Leonard Eben Ezer Simanjuntak dikenal sebagai jaksa senior yang memiliki pengalaman di berbagai bidang.
Sebelum dipercaya menjadi JAM Pidum, Leonard menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung pada 2021, sehingga cukup dikenal oleh kalangan media.
Kuntadi lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 4 Januari 1970 dan merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Sebelum dipercaya memimpin bidang tindak pidana khusus, ia menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung.
Dalam perjalanan kariernya, Kuntadi pernah menjadi Kepala Subdirektorat Pemantauan pada JAM Intelijen, Kepala Kejari Jakarta Pusat, Asisten Umum Jaksa Agung, hingga menduduki sejumlah jabatan strategis lainnya di lingkungan Kejaksaan Agung.
Harli Siregar merupakan sosok yang cukup dikenal publik karena pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung.
Jaksa kelahiran Sumatera Utara itu juga pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas), serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
Kini Harli dipercaya memimpin Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Agung.
Patris Yusrian Jaya memiliki rekam jejak panjang sebagai pimpinan di sejumlah kejaksaan tinggi.
Sebelum dipercaya menjadi Kepala Badan Pemulihan Aset, Patris menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Wakajati Nusa Tenggara Barat, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.
Pelantikan lima pejabat tersebut diharapkan semakin memperkuat kinerja Kejaksaan Agung, khususnya dalam penegakan hukum, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta optimalisasi pemulihan aset negara. (r/isl)