JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasan di balik lamanya pembangunan proyek gas raksasa Blok Masela yang disebut tertahan hampir 28 tahun. Menurutnya, mandeknya proyek yang dikembangkan oleh INPEX Corporation tersebut bukan semata-mata kesalahan pihak investor, tetapi juga dipengaruhi lambatnya proses pengambilan keputusan di dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil dalam Energy Forum CNBC Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (25/6/2026). Ia menilai kasus Blok Masela menjadi contoh bahwa proses perdebatan yang terlalu panjang dapat menghambat realisasi investasi strategis.
“Itu contoh seperti di Inpex, 28 tahun tidak jalan-jalan. Bukan salah mereka juga, salah kita juga,” ujar Bahlil.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama adalah perdebatan terkait konsep pengembangan Blok Masela, khususnya mengenai pilihan pembangunan fasilitas pengolahan gas, apakah menggunakan skema lepas pantai (offshore) atau dibangun di darat (onshore).
Menurut Bahlil, diskusi dan kajian tetap diperlukan, namun keputusan untuk mengeksekusi proyek juga harus memiliki kepastian waktu.
“Kecerdasan teori itu penting, tapi keberanian eksekusi jauh lebih penting,” katanya.
Perdebatan tersebut mencuat dalam rapat kabinet sekitar tahun 2016 dan kemudian membuat kepastian pembangunan proyek berjalan lambat. Akibatnya, investasi yang seharusnya dapat segera direalisasikan harus tertunda bertahun-tahun.
Kini pemerintah memastikan proyek Blok Masela kembali bergerak. Tahap konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027, sementara produksi gas diproyeksikan berjalan pada periode 2029–2030.
Proyek ini memiliki nilai investasi yang sangat besar, mencapai sekitar 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp339 triliun. Blok Masela juga menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor energi yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Pemerintah terus mendorong percepatan proyek tersebut, termasuk melalui komunikasi langsung dengan pihak INPEX Corporation, termasuk CEO Takayuki Ueda, untuk memastikan komitmen investasi tetap berjalan. (bc)