Nasional

Kapendam XVII/Cenderawasih: OPM Diduga Bertanggung Jawab atas Penembakan Lima Pekerja di Tolikara

JAYAPURA – Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan hasil investigasi awal aparat gabungan TNI-Polri mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok bersenjata yang oleh pemerintah disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam penembakan yang menewaskan lima pekerja proyek jalan di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Minggu (2/8/2026).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan hasil investigasi dan verifikasi lapangan menyebut aksi penyerangan dilakukan oleh kelompok bersenjata yang dipimpin Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama kelompok Teranus Enumbi.

Menurut Tri, kelompok tersebut melakukan penyerangan di dua lokasi proyek berbeda dalam waktu yang hampir bersamaan.

Pada proyek pembangunan jalan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena yang dikerjakan PT SHJ, empat pekerja dilaporkan meninggal dunia, yakni Arman Sibarani, Erlin Aritonang, Barengga, dan Alfonds. Sejumlah pekerja lainnya berhasil menyelamatkan diri ke Distrik Kanggime sebelum melaporkan kejadian tersebut kepada pihak perusahaan.

Selain itu, penyerangan juga terjadi di Camp Treaser milik PT Nirwana yang mengerjakan proyek jalan APBD Kabupaten Tolikara. Dalam insiden tersebut, Alfons Defonsius Reyaan meninggal dunia, Joel Jeriko Marathon Diora Naibaho mengalami luka akibat rekoset di telinga kiri, sementara Supredo Ulipi berhasil selamat.

Tri menyebut pola serangan tersebut diduga sengaja menyasar pekerja sipil yang tengah membangun infrastruktur pemerintah.

“Seluruh rangkaian kejadian ini menunjukkan adanya pola serangan yang secara sengaja menyasar pekerja sipil yang sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, aparat gabungan TNI-Polri telah mengevakuasi korban, mengamankan lokasi, serta mengerahkan personel dari Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 511/DY, Koramil Kanggime, Polsek Ilu, dan unsur terkait meski harus menghadapi medan yang berat serta potensi ancaman keamanan.

Saat ini, aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan memperkuat pengamanan di wilayah sekitar guna mencegah terjadinya aksi lanjutan.

Kodam XVII/Cenderawasih juga mengecam tindakan kekerasan terhadap pekerja sipil dan menegaskan komitmen TNI bersama Polri untuk menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelangsungan pembangunan di Papua. (kmp/isl)