Kejari – SMK PGRI Badung Tandatangani MoU Terkait Pemeliharaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kendaraan Bermotor

Nasional47 Dilihat

BADUNG – Kejaksaan Negeri Badung dan SMK PGRI Badung menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) terkait perawatan/pemeliharaan benda sitaan, barang

bukti dan barang rampasan negara berupa kendaraan bermotor yang dikelola oleh Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Badung di Aula Satya Adhi
wicaksana Kejaksaan Negeri Badung, Rabu (9/4/2025).

Dalam sambutannya, Kepala kejaksaan Negeri Badung Sutrisno Margi Utomo SH MH, menyampaikan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada SMK PGRI 2 Badung yang menyambut baik kerjasama untuk melaksanakan
perawatan/pemeliharaan barang bukti dan barang rampasan berupa kendaraan roda 2 dan Roda 4 yang dikelola oleh Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Badung.

Beliau juga menyampaikan mengingat untuk menjaga integritas, kualitas, kuantitas dan keaslian barang bukti, termasuk menjaga nilai ekonomis dan nilai guna benda sitaan dan barang rampasan negara serta mendukung pemulihan aset tindak pidana, diperlukan tata kelola benda sitaan, barang bukti, dan barang rampasan negara yang andal di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia khususnya di Kejaksaan Negeri Badung.

Bahwa kegiatan Kerjasama antara Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Badung dengan Lembaga Pendidikan, yakni SMK PGRI 2 Badung merupakan yang pertama di Indonesia, sehingga keberhasilan dalam hal memelihara benda sitaan, barang bukti dan barang rampasan negara oleh adik-adik yang membidangi dunia otomotif sebagaimana jurusan yang ada di sekolah akan bisa menjadi Role Model/percontohan bagi bidang PAPBB di seluruh Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia.

BACA JUGA :  H-1 Pilkada 2024, MUI: Penerima Serangan Fajar Mendekam di Neraka

Kepala SMK PGRI 2 Badung Drs. I Gusti Ketut Sukadana M.Pd. dalam sambutannya, menyampaikan sangat menyambut baik dan merasa sangat kaget karena Kejaksaan yang dalam pikiran masyarakat mungkin sangat menyeramkan namun ternyata sangat humanis sama seperti masyarakat pada umumnya.

“Apalagi kami sebagai lembaga Pendidikan digandeng diajak bekerjasama untuk ikut memelihara/ merawat benda sitaan, barang bukti maupun barang rampasan negara berupa kendaraan bermotor yang memang anak didik kami sudah kami
tempa dari kelas 10 sampai dengan kelas 12 dan bidang otomotif ini memang merupakan bidang yang kami kuasai,” I Gusti Ketut Sukadana.

Dalam sambutannya juga, Kepala SMK PGRI 2 Badung menyampaikan
terimakasih dan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Badung melalui bidang PAPBB yang mana kedepannya juga akan mengajak siswa didik SMK PGRI 2 Badung untuk ikut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti, sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan para siswa terkait barang bukti apa saja yang dapat dimusnahkan dalam kegiatan tersebut terutama barang bukti berupa Narkotika/ Phsicotropica, sehingga dapat memberikan pemahaman seperti apa
bentuk-bentuk barang/obat – obatan yang dilarang penggunaannya.

BACA JUGA :  Kejati Sumsel dan Kejari Palembang Terima Penghargaan dari KPK

Selain itu kejaksaan negeri Badung juga akan turut hadir dalam kegiatan sosialisasi dan penerangan hukum baik terkait kenakalan remaja maupun hadir memberikan motivasi-motivasi, sehingga anak didik kami memiliki semangat untuk bisa meraih kesempatan bersaing untuk bekerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri pada industri otomotif tidak hanya di Bali, namun juga di seluruh Indonesia.

Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dihadiri pula oleh Para Kasi dan Kasubag pada Kejaksaan Negeri Badung, 11 orang siswa dari SMK PGRI 2 Badung beserta 2 orang guru pendamping dan para pegawai di lingkungan Kejaksaan Negeri Badung. Setelah kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilanjutkan dengan acara meninjau kegiatan pemeliharaan benda sitaan, barang bukti dan barang rampasan berupa kendaraan roda 2 dan roda 4 oleh Kepala Kejaksaan Negeri Badun, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Bpk I Putu Gede Darmawan Hadi S.,S.H.,M.H., Kepala SMK PGRI 2 Badung Drs. I Gusti Ketut Sukadana M.Pd, beserta guru pendamping, dimana kegiatan pemeliharaan kendaraan tersebut dimulai dengan membersihkan barang bukti berupa kendaraan roda 4 dengan cara di cuci dan untuk kendaraan yang tidak bisa hidup dilakukan
pengecekan dan dilakukan penyetruman terhadap accu nya dan setelah bisa
dihidupkan kemudian barulah dilakukan pencucian.

BACA JUGA :  Mundur Lagi, ASN Dipindah ke IKN Setelah Lebaran

Hal tersebut dilakukan agar supaya barang bukti yang diterima oleh Kejaksaan Negeri badung terjaga
kondisinya sebagaimana awal diterima sehingga jika barang bukti tersebut
dikembalikan kepada yang berhak tetap pada kondisi semula dan jika barang bukti tersebut dirampas untuk negara melalui proses Lelang maka dengan kondisi yang terjaga dengan baik dapat memberikan nilai ekonomis yang tinggi, sehingga pendapatan negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bisa maksimal.(bc)