Nasional

Menteri Ara Segera Panggil ADCP, Cari Solusi Proyek LRT City yang Mangkrak

Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memastikan pemerintah akan turun tangan menangani persoalan proyek LRT City yang mengalami keterlambatan penyelesaian dan serah terima unit kepada konsumen.

Maruarar mengatakan pihaknya akan memanggil jajaran direksi lama dan baru PT Adhi Commuter Properti Tbk, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk menyusun kronologi persoalan sekaligus merumuskan solusi bagi konsumen yang terdampak.

“Kita sudah minta kepada LRT City agar direksi lama dan direksi baru diundang untuk membuat kronologis serta usulan solusi,” ujar Maruarar, dikutip Selasa (4/8/2026).

Selain itu, Kementerian PKP juga meminta perwakilan konsumen membentuk tim untuk menyusun kronologi versi pembeli beserta usulan penyelesaian. Menurut Maruarar, langkah tersebut bertujuan mencari titik temu antara pengembang dan konsumen.

“Kita tidak bisa membiarkan rakyat sendirian. Negara harus hadir untuk menyelesaikan persoalan lama seperti ini,” tegasnya.

Maruarar mengungkapkan persoalan tersebut juga telah dibahas bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai bagian dari upaya mencari penyelesaian.

Sementara itu, dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Adhi Karya menjelaskan bahwa ADCP saat ini memiliki 13 proyek berbasis Transit Oriented Development (TOD). Dari total 9.839 unit hunian yang dikembangkan, sebanyak 5.392 unit telah terjual, sementara 2.575 unit telah diserahterimakan kepada konsumen.

ADCP mengakui masih menghadapi tantangan likuiditas yang berdampak pada penyelesaian sejumlah proyek. Perseroan menyebut kondisi pasar properti yang belum sepenuhnya pulih dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi penjualan, arus kas, serta kemampuan pendanaan proyek.

Sebagai upaya memenuhi hak konsumen, ADCP menawarkan sejumlah opsi penyelesaian, antara lain relokasi unit ke proyek lain maupun skema pinjam pakai sementara untuk unit siap huni. Perusahaan juga menyatakan tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mempercepat penyelesaian proyek dan memenuhi kewajiban kepada konsumen secara bertahap.