sumber foto: Antara
Kalimantan Barat — Sebuah helikopter jenis Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX dilaporkan jatuh di kawasan hutan pedalaman Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026). Seluruh delapan orang yang berada di dalamnya dinyatakan meninggal dunia, termasuk satu warga negara Malaysia.
Helikopter milik PT Matthew Air itu lepas landas sekitar pukul 07.34–07.37 WIB dari helipad PT Citra Mahkota, Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Penerbangan tersebut merupakan perjalanan rutin menuju helipad PT GAN di Kabupaten Kubu Raya, mengangkut tim operasional perkebunan.
Namun, sekitar lima menit setelah lepas landas, kontak dengan helikopter hilang.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian intensif hingga akhirnya menemukan lokasi jatuh di kawasan hutan perbukitan terjal, Dusun Hulu Peniti, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.
Di lokasi kejadian, helikopter ditemukan dalam kondisi hancur. Puing-puing berserakan, bahkan bagian ekor terpisah sejauh kurang lebih tiga kilometer dari titik utama.
Delapan korban terdiri dari dua awak dan enam penumpang. Awak helikopter adalah pilot Capt. Marindra Wibowo dan engineer Harun Arasyid. Sementara enam penumpang merupakan tim operasional KPN Plantation, yakni Patrick K. (warga Malaysia), Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Seluruh jenazah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, dan Polri, dengan medan yang cukup berat dan akses yang terbatas. Proses evakuasi berlangsung hingga Jumat (17/4/2026) dini hari.
Para korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko tinggi operasional penerbangan di wilayah pedalaman, dengan kondisi geografis yang menantang serta keterbatasan akses dan sinyal komunikasi.
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban, yang kehilangan orang-orang tercinta dalam kejadian tragis yang berlangsung begitu cepat. (bc)