Prestasi Gemilang, Tim Riset MAN 1 Padangsidimpuan Raih Medali Perak Ajang Kreasi 2026 di Yogyakarta

Pendidikan, Sumut55 Dilihat

Padangsidimpuan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MAN 1 Padangsidimpuan pada ajang Final Nasional Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026. Tidak hanya meraih medali perak, tim riset madrasah ini juga berhasil memperoleh penghargaan Stand Terfavorit pada Expo KREASI 2026. Sementara itu, tim lainnya meraih penghargaan Honorable Mention pada bidang Bahasa, Budaya, dan Agama.

Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Sahid Raya Hotel and Convention, Yogyakarta. KREASI 2026 diselenggarakan oleh Abak Academy bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Ajang ini menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan penelitian, kreativitas, dan inovasi dalam menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Prestasi pertama diraih oleh Aisyah Hasby Lubis dan Fitri Mulyana, siswi kelas XI IIS 1, yang berhasil meraih medali perak pada bidang ISHK – Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan. Keduanya juga memperoleh penghargaan Stand Terfavorit pada kategori ISHK – SE dalam rangkaian Expo KREASI 2026.Tim ini mengangkat penelitian berjudul “Tidak Dilirik Ternyata Menyimpan Daya Eksentrik: Inovasi Sirkular Pemanfaatan Berbagai Bagian Salak bagi Lingkungan dan Ekonomi Petani di Kota Padangsidimpuan.”

BACA JUGA :  Cegah Kegiatan Ilegal di Perairan Tanjung Balai, Sat Pol Airud Kejar dan Periksa Kapal Tanpa Nama

Penelitian tersebut mengangkat potensi pemanfaatan berbagai bagian tanaman salak yang selama ini belum banyak diperhatikan. Melalui gagasan inovasi sirkular, penelitian ini menyoroti peluang pengolahan sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah, mengurangi potensi limbah, serta membuka peluang manfaat ekonomi bagi petani salak di Kota Padangsidimpuan.

Raihan medali perak sekaligus penghargaan Stand Terfavorit menunjukkan bahwa gagasan berbasis potensi lokal dapat menjadi bagian dari inovasi yang menarik perhatian dalam kompetisi nasional. Prestasi ini juga menjadi kebanggaan karena mengangkat kekayaan daerah melalui karya ilmiah siswa madrasah.

Prestasi berikutnya diraih oleh Rahmah Sari dan Meisahriani Nasution, siswi kelas XII IIS 1. Keduanya memperoleh penghargaan Honorable Mention pada bidang ISHK – Bahasa, Budaya, dan Agama melalui penelitian berjudul “Habonaron Do Bona Gabe: Reaktualisasi Dalihan Natolu sebagai Instrumen Resolusi Konflik Marboruni Dongan Sabutuha di Era Disrupsi.”

BACA JUGA :  Jalin Sinergitas Kelembagaan, DPD Demokrat Sumut Audiensi dengan Kajati Sumut

Penelitian ini mengangkat nilai kearifan lokal masyarakat Batak, khususnya prinsip Dalihan Natolu, sebagai landasan untuk memahami dan mengembangkan pendekatan penyelesaian konflik dalam hubungan kekerabatan di tengah perubahan sosial pada era disrupsi.

Melalui penelitian tersebut, para siswa berupaya menunjukkan bahwa tradisi dan nilai budaya lokal bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga dapat menjadi sumber pembelajaran dan inspirasi dalam menghadapi persoalan kehidupan masa kini. Penghargaan Honorable Mention menjadi bentuk apresiasi terhadap karya yang membawa perspektif budaya lokal ke dalam forum riset tingkat nasional.

Keberhasilan kedua tim tersebut tidak terlepas dari proses pembelajaran, persiapan, dan pendampingan yang dilakukan selama pengembangan penelitian. Di bawah bimbingan Dedi Riandi Pasaribu, M.E., para siswa mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan gagasan riset dan mempersiapkan diri untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Plt. Kepala MAN 1 Padangsidimpuan, Marataon Hasibuan, S.Pd., turut mendampingi peserta selama kegiatan di Yogyakarta. Kehadiran pimpinan madrasah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi siswa, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi.

BACA JUGA :  Sampaikan LKPJ TA 2024, Wagub Surya Ungkap Berbagai Capaian Pembangunan Sumut 2024

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah memiliki kesempatan untuk mengembangkan gagasan ilmiah yang berangkat dari persoalan nyata, baik dalam bidang lingkungan dan ekonomi maupun sosial dan budaya. Karya-karya tersebut juga memperlihatkan bahwa potensi lokal Kota Padangsidimpuan dapat menjadi sumber inspirasi bagi penelitian yang relevan dan bermanfaat.

Keluarga besar MAN 1 Padangsidimpuan menyambut capaian ini dengan bangga. Medali perak, penghargaan Stand Terfavorit, dan Honorable Mention diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berani meneliti, berpikir kritis, dan menghasilkan inovasi.

Melalui prestasi di Final Nasional KREASI 2026, MAN 1 Padangsidimpuan terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya riset di lingkungan madrasah. Diharapkan semakin banyak siswa yang mampu melahirkan karya kreatif, mengangkat potensi daerah, serta membawa nama madrasah dan Kota Padangsidimpuan ke tingkat nasional. (r/isl)