AMI Demo DPW PAN Jatim, Desak Tindak Tegas Dugaan Pemotongan Dana Reses Juliana Eva Wati

Politik94 Dilihat

Surabaya – Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPW PAN Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan agar partai menindaklanjuti dugaan praktik pemotongan dana reses yang menyeret nama anggota DPRD Kota Surabaya, Juliana Eva Wati.

Dalam aksi tersebut, massa AMI menegaskan bahwa persoalan dugaan penyimpangan dana reses tidak boleh dianggap sebagai masalah sepele.

Terlebih, AMI mengaku telah melaporkan dugaan tersebut kepada Kejaksaan Negeri Surabaya untuk dilakukan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

BACA JUGA :  PAN Pecat Lalu Ahmad Zaini Usai Terjaring OTT KPK, DPP Ambil Alih Kepemimpinan PAN NTB

Perwakilan massa aksi kemudian diterima oleh Akbar, staf sekretariat DPW PAN Jawa Timur.

Dalam keterangannya, Akbar menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keputusan maupun tindakan terhadap anggota fraksi PAN yang tengah menjadi sorotan.

Menurut Akbar, seluruh aspirasi dan tuntutan yang disampaikan AMI akan diteruskan kepada pimpinan partai, termasuk Ketua DPW PAN Jawa Timur, agar mendapatkan perhatian dan tindak lanjut sesuai mekanisme internal partai.

BACA JUGA :  Bawa Misi Kesejahteraan Rakyat dan Semangat Gotong Royong, DPC MKGR Padangsidimpuan Resmi Dilantik

Sekretaris DPP AMI Abdul Aziz, SH menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan dari aparat penegak hukum maupun sikap resmi dari partai.

“Kami datang untuk meminta pertanggungjawaban moral dan politik, jika benar terdapat praktik pemotongan dana reses yang merugikan masyarakat, maka harus ada tindakan tegas. Kami tidak ingin dana yang bersumber dari uang rakyat justru disalahgunakan oleh oknum yang diberi amanah sebagai wakil rakyat,” tegas Abdul Aziz.

BACA JUGA :  Komisi III DPRD Medan dan Bapenda Komit Seriusi Percepatan Perolehan PAD

AMI juga menyatakan tidak menutup kemungkinan akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak terdapat perkembangan signifikan atas laporan yang telah disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Surabaya maupun dari pihak partai. (bc)