NATUNA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyoroti sejumlah persoalan serius yang dihadapi Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Di antaranya kelangkaan gas bersubsidi, tingginya harga barang dan pangan, serta keterbatasan konektivitas antarwilayah.
Hal itu disampaikan Ahmad Muzani dalam konferensi pers seusai melakukan rapat kerja dengan Pemerintah Kabupaten Natuna di Kantor Bupati Natuna, Rabu (30/9/2026).
Ahmad Muzani mengatakan, salah satu persoalan yang perlu segera ditangani adalah tidak tersedianya program gas bersubsidi secara memadai di wilayah perbatasan yang memiliki potensi sumber daya alam minyak dan gas (migas) cukup besar.
“Kami tidak ingin ironi seperti ini terjadi, maka persoalan gas subsidi ini harus segera diatasi,” tegasnya.
Selain persoalan gas bersubsidi, Ahmad Muzani menyoroti tingginya harga barang, termasuk bahan pangan, yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain.
Menurutnya, perbedaan harga di Natuna berkisar 20 hingga 30 persen lebih mahal. Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi rentang kendali wilayah, biaya transportasi, serta keterbatasan sarana distribusi dan logistik.
“Ini juga menjadi perhatian serius kami. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, kita harus berupaya dengan serius untuk menciptakan pemerataan harga di seluruh Indonesia, terutama sekali Natuna,” paparnya.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah keterhubungan antarpulau, antarwilayah, maupun dengan negara-negara tetangga.
“Natuna memerlukan sarana pelayaran, pelabuhan, jembatan dan cold storage dan lainnya. Ini juga menjadi bagian dari konsen kami. Mudah-mudahan ini juga segera dapat segera diatasi agar kesejahteraan dapat ditingkatkan di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (bc/isl)
