MEDAN — Menjelang Oktober yang dikenal sebagai momentum penguatan upaya pengurangan risiko bencana, Dewan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara melalui Bidang/Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana (Sosben) akan memperkuat peran dalam edukasi dan mitigasi kebencanaan.
Hal tersebut menjadi salah satu hasil keputusan Rapat Bidang/Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana MUI Sumut yang digelar secara daring melalui Google Meet, Sabtu (26/9/2026). Rapat dipimpin Ketua MUI Sumut Bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Dr. H. Sugeng Wanto, S.Ag., MA.

Sugeng mengatakan, penguatan mitigasi bencana pada Oktober akan dilakukan antara lain melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
“Di bulan Oktober kita akan menguatkan peran Komisi Sosben untuk mitigasi kebencanaan melalui sosialisasi media sosial, khususnya Facebook dan Instagram,” ujarnya.
Selain penguatan edukasi melalui media sosial, Komisi Sosben MUI Sumut juga merencanakan silaturahmi dan koordinasi dengan sejumlah lembaga serta instansi yang bergerak di bidang kebencanaan.
Di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara serta para relawan kemanusiaan yang selama ini aktif memberikan bantuan dan penanganan ketika terjadi bencana.
“Kita akan memulai sowan ke instansi yang ada, dan kemudian akan melakukan koordinasi dengan para relawan kebencanaan yang aktif menanggulangi bencana,” kata Sugeng.
Selain itu, Komisi Sosben MUI Sumut juga akan segera menyelesaikan buku saku yang memuat materi tentang fikih kebencanaan. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen edukasi bagi masyarakat, khususnya dalam memahami aspek spiritual dan keagamaan dalam menghadapi bencana.
“Insya Allah, kehadiran buku tersebut menjadi bagian dalam mitigasi bencana, khususnya dari segi spiritualitas,” ujar Sugeng.

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Bidang, Ustaz Ahmad Taufik Lubis, S.Ag.; Ketua Komisi, Ustaz Dr. Azlisyah; Sekretaris Komisi, Ustaz Fadlan Khoiri, M.Ag; serta sejumlah pengurus Komisi Sosial dan Penanggulangan Bencana, di antaranya Ustaz Tauhid Ichyar, Ustaz Dr. Junaidi, Sutrisno, Ustadzah Dra. Nurbadiyah, dan pengurus lainnya.
Melalui penguatan edukasi, kolaborasi dengan lembaga kebencanaan dan relawan, serta penyusunan buku saku fikih kebencanaan, MUI Sumut menempatkan aspek sosial dan spiritual sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.
