Tuan Guru Batak Prihatin Pernyataan Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Sumut16 Dilihat

Medan – Tuan Guru Batak, Syekh Dr H Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, menyampaikan keprihatinannya atas pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang viral di media sosial karena diduga menyebut nama yang dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto.

Dalam video yang beredar, Tiyo mengaku menyelamatkan seekor kucing yang mengalami penyakit kulit. Setelah itu, ia menyebut memberikan nama kepada kucing tersebut dengan sebutan yang diduga mengarah pada penghinaan terhadap Presiden.

“Kemarin saya merescue seekor kucing, saya lihat ada kucing yang skabies, gemuk sekali badannya, saya kasih nama kucing itu prabodoh subiantolol,” kata Tiyo dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Tuan Guru Batak menilai kebebasan berpendapat dan kritik merupakan bagian dari demokrasi. Namun, menurutnya, penyampaian pendapat harus tetap menjunjung tinggi etika, moralitas, dan adab.

BACA JUGA :  Tim Patroli Sat Polairud Polres Tanjung Balai Periksa Kapal Tanpa Nama

“Saya sebagai anak bangsa, sebagai orang kampung yang sangat mencintai negeri ini, saya bukan siapa-siapa. Tapi sungguh saya sangat prihatin menyaksikan apa yang telah disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Minggu (14/6/2026).

Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang berlandaskan nilai agama, Pancasila, serta budaya ketimuran yang mengedepankan sopan santun.

“Sebagai bangsa yang beragama, yang memiliki Pancasila, terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa dan sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tentu kita sangat prihatin dan mengecam apa yang dilakukan serta disampaikan oleh ananda Tiyo Ardianto,” katanya.

BACA JUGA :  Kisah Sukses Siswa MAN 2 Padangsidimpuan, Menembus FSRD ITB Jalur SNBT 2026

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Namun, perbedaan pendapat tidak seharusnya disampaikan melalui cacian maupun penghinaan.

“Silakan bersuara, akan tetapi jangan sampai melakukan cacian, makian, dan cercaan. Kita tidak boleh saling menghujat, karena kita adalah bangsa yang beradab,” tegasnya.

Tuan Guru Batak juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga nilai etika dan moral dalam kehidupan berbangsa.

“Kita harus bersama-sama memberikan edukasi, mengajarkan nilai-nilai etika dan moralitas kepada seluruh anak bangsa agar Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang besar dan beradab,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan pemerintah agar tetap fokus menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, terutama terkait kondisi ekonomi.

BACA JUGA :  Cerita Lukman Petugas Haji Asal Medan, Urus Dua Jemaah Wafat Dalam Sehari Seperti Orangtua Sendiri

Ia menyebut sejumlah persoalan seperti antrean kendaraan di SPBU akibat kelangkaan BBM serta kenaikan harga kebutuhan pokok perlu menjadi perhatian serius.

“Sepanjang jalan kita lihat antrean kendaraan, mobil, truk, bus, bahkan sepeda motor di setiap SPBU karena kelangkaan BBM. Harga sembako dan kebutuhan lain juga naik. Kondisi ini berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dan politik,” katanya.

Karena itu, ia berharap Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok yang terdampak tekanan ekonomi.

“Kami mohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar benar-benar memberikan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya masyarakat yang lemah dan susah,” pungkasnya. (r/isl)