Bobby Nasution Ikuti Musrenbangnas RPJMN 2025-2029

Medan64 Dilihat

MEDAN- Wali Kota Medan Bobby Nasution mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 secara dalam jaringan (daring), Senin (30/12/2024) di Ruang Commad Center Kantor Wali Kota.

Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas itu dibuka oleh Presiden RI  Prabowo Subianto. Turut hadir dalam kegiatan itu antara lain Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pimpinan lembaga negara, menteri, dan seluruh kepala daerah se-Indonesia.

BACA JUGA :  Komisi II DPRD Medan Soroti Dugaan Oknum Petugas Puskemas Terima Fee dari Rumah Sakit Swasta

Dalam sambutannya, Prabowo bicara soal paham ekonomi hingga urgensi perencanaan dalam sebuah bangsa.

“Dalam hidup bernegara, ada beberapa filosofi bernegara yang bermuara kepada paham ekonomi. Ada paham yang sangat kuat di negara-negara barat tadinya, yaitu yang berpendapat bahwa suatu pembangunan ekonomi tidak perlu direncanakan, bahkan tidak boleh direncanakan mereka menganut pemikiran yang disebut neoliberal sekarang, bahwa yang mendorong ekonomi adalah pasar, pemerintah itu hanya sebagai regulator, hanya sebagai wasit,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tiorita Surbakti Resmi Terima SK Plt Bupati Langkat, Gubernur Bobby Nasution Tekankan ASN Harus Layani Masyarakat

Presiden mengatakan,  pendiri bangsa Indonesia sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945, tidak menganut paham tersebut. Pendiri bangsa Indonesia menganut paham bahwa perekonomian disusun atas dasar asas kekeluargaan.

“Pemerintah bukan hanya wasit, pemerintah bertanggung jawab pemerintah dipilih oleh rakyat, pemerintah harus jadi pengayom rakyat, pemerintah harus jadi pemimpin, pemerintah harus jadi pelopor, pemerintah harus jadi pengelola, pemerintah harus me-manage ekonomi, pemerintah harus menjaga segala kekayaan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

BACA JUGA :  Kepala KUA Medan Perjuangan Raih Predikat Peserta Terbaik Akademi Marbot Masjid di Solo

“Saudara-saudara dalam pemahaman ekonomi yang kita sekarang, wajib dan pantas untuk menyebut ekonomi kita Ekonomi Pancasila, bahwa Ekonomi Pancasila itu adalah penggabungan antara yang terbaik dari pemahaman pasar bebas, kapitalisme, yang terbaik dari ekonomi yang direncanakan planned economy, itu Pancasila. Antara pasar bebas, dan antara ekonomi yang direncanakan,” sebutnya. (isl)