PBMA dan Anis Matta Bahas Pendidikan Global dan Diplomasi Umat

Nasional, News93 Dilihat

JAKARTA – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, di Gedung Kementerian Luar Negeri, Kamis (22/5/2025).

Pertemuan ini mempertegas posisi strategis Mathla’ul Anwar dalam mendukung diplomasi Islam moderat Indonesia di kancah internasional.

Dalam audiensi tersebut, Sekretaris Jenderal PBMA Moh. Babay Sujawandi menyampaikan harapan agar Kemenlu RI dapat memfasilitasi kembali peluang studi kader Mathla’ul Anwar ke negara-negara Timur Tengah. Ia menyinggung era ketika ijazah MA diakui oleh lembaga pendidikan tinggi kawasan tersebut.

“Ini bukan semata soal nostalgia, tapi juga membuka jalan pendidikan global untuk anak-anak bangsa yang lahir dari pesantren dan madrasah,” ujar Babay.

BACA JUGA :  20 Warga Desa Patane I Porsea Terima  Buku Rekening Bantuan Stimulan Bedah Rumah Program Kementerian PUPR

Jaringan Global, Dakwah Moderat

PBMA juga mendorong dukungan Kemenlu dalam program pertukaran pelajar, beasiswa luar negeri, dan penguatan kerja sama antar institusi Islam di tingkat internasional. Harapannya, Mathla’ul Anwar bisa hadir aktif dalam forum-forum dunia, khususnya di bidang pendidikan, industri halal, hingga pengembangan ekonomi umat.

“Mathla’ul Anwar siap ambil bagian dalam soft diplomacy Indonesia,” tegas Babay.

Muktamar XXI Jadi Momentum Internasional

PBMA juga menginformasikan akan digelarnya Muktamar XXI pada April 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten. Muktamar tersebut diharapkan tak hanya menjadi forum konsolidasi nasional, tetapi juga menjadi titik tolak ekspansi jaringan internasional organisasi Islam tertua ini.

BACA JUGA :  PB Mathla'ul Anwar Jumpa Kepala BPJPH RI, Bahas Penguatan Peran

Anis Matta: Kader MA Harus Tembus Pasar Global

Wamenlu RI Anis Matta menyambut baik langkah PBMA. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi Islam seperti Mathla’ul Anwar dalam membantu diplomasi luar negeri Indonesia, termasuk melalui penguatan jejaring kader dan sekolah-sekolah binaannya.

“Kami melihat peluang pemberdayaan UMKM kader Mathla’ul Anwar untuk menembus pasar global. Ini bisa jadi kekuatan baru dalam diplomasi ekonomi,” kata Anis.

BACA JUGA :  Terima Audiensi Mathla’ul Anwar, Nanda Ramli Dorong Peran Aktif Ormas Islam Berantas Narkoba di Medan

Ia juga mendukung dorongan agar kader-kader MA diberi ruang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri.

2.000 Sekolah dan Universitas, Potensi Besar untuk Indonesia

Dengan lebih dari 2.000 lembaga pendidikan, termasuk universitas, Mathla’ul Anwar dinilai punya posisi unik dalam memperkuat citra Islam Indonesia yang damai, moderat, dan berwawasan global. Pemerintah, melalui Kemenlu, siap membangun sinergi yang lebih konkret dan berdampak.

“Diplomasi bukan cuma urusan elit, tapi urusan umat. Di situlah kita butuh kekuatan akar rumput seperti Mathla’ul Anwar,” pungkas Anis. (rmb/isl)