MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti masih adanya praktik pungutan liar (pungli) di sejumlah kawasan wisata Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba. Ia menegaskan persoalan tersebut harus ditertibkan agar tidak mengganggu perkembangan sektor pariwisata.
“Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa pariwisata ini merupakan potensi yang sangat baik bagi daerah,” ujar Bobby saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (22/6/2026).
Menurut Bobby, pemerintah akan melakukan penertiban secara menyeluruh terhadap praktik pungutan yang tidak sesuai aturan di kawasan wisata.
“Jangan orang cuma mau melihat harus langsung bayar, orang lewat langsung bayar. Kalau bayar fasilitasnya silakan, nanti kita akan tertibkan secara keseluruhan,” tegasnya.
Ia menilai sektor pariwisata harus didukung dengan pelayanan yang baik, sehingga wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung.
Sebelumnya, kasus dugaan pungli di kawasan Danau Toba sempat viral pada 17 Mei 2026. Seorang wisatawan yang berada di kawasan Bukit Anduhur, Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kabupaten Samosir, didatangi warga setempat yang meminta uang Rp20 ribu.
Wisatawan tersebut mengaku diminta membayar dengan ancaman mobilnya akan dirusak jika tidak memberikan uang. Karena merasa takut, wisatawan akhirnya menyerahkan uang yang diminta.
Setelah video kejadian tersebut viral, pelaku berinisial BS diamankan. Pelaku kemudian diberikan pembinaan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. (bc/isl)
