Puji 12 Tahun Kepemimpinan Ketua Umum KORPRI, Menag: Sulit Mencari Sosok Seperti Prof Zudan

Nasional167 Dilihat

PANGKEP – Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Nasaruddin Umar memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Prof. Zudan Arif Fakrulloh selama 12 tahun memimpin Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).

Apresiasi tersebut disampaikan Nasaruddin saat menutup rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu malam (29/8/2026).

Nasaruddin menilai, selama memimpin KORPRI, Prof. Zudan telah menorehkan berbagai prestasi serta konsisten mengawal program-program organisasi, termasuk pelaksanaan MTQ KORPRI yang menjadi salah satu agenda penting bagi para aparatur sipil negara (ASN).

“Prof. Zudan sudah 12 tahun memimpin KORPRI dengan penuh prestasi. Tentu kita berharap siapa pun nanti yang akan menggantikan beliau, tantangannya harus lebih baik daripada pemimpin yang lama,” ujar Nasaruddin.

BACA JUGA :  Mantan Panglima TNI hingga Eks Kapolri Hadiri Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-78 Megawati

Menurutnya, sosok dengan kapasitas dan pengalaman seperti Prof. Zudan tidak mudah ditemukan di lingkungan KORPRI. Bahkan, ia menyebut Prof. Zudan masih layak dipertahankan apabila tidak terdapat ketentuan organisasi yang mengatur batas masa kepemimpinan.

“Seandainya tidak ada anggaran dasarnya seperti itu, maka mungkin masih bisa dipertahankan beliau, karena susah mencari seperti Pak Zudan di lingkungan KORPRI,” tuturnya.

Sementara itu, Prof. Zudan mengajak seluruh anggota KORPRI untuk tidak berhenti pada pencapaian dalam ajang MTQ, tetapi melanjutkan semangat tersebut dengan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Eks Bupati Jembrana dan Istri Ditemukan Tewas di Kediaman

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam keluarga, birokrasi, pemerintahan, maupun kehidupan bermasyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026.

Pesan tersebut sejalan dengan gagasan Menteri Agama mengenai konsep “living Qur’an”. Nasaruddin menekankan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku ASN, terutama dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menggambarkan ASN yang mengamalkan living Qur’an sebagai sosok yang menjadi penjernih, bukan pengeruh; penghubung, bukan pemisah; moderator, bukan provokator; serta problem solver, bukan problemator.

BACA JUGA :  Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Terbuka untuk Umum, Kemenag Ajak Masyarakat Hadir

“Inilah kriteria living Qur’an bagi ASN. Harapannya para peserta tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga membawa nilai-nilai Al-Qur’an untuk diwujudkan dalam tugas dan pelayanan sehari-hari,” pesan Nasaruddin.

Penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 pun menjadi momentum untuk memberikan penghormatan atas 12 tahun pengabdian Prof. Zudan dalam memimpin KORPRI.

Pergantian kepemimpinan yang akan datang diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan berbagai capaian yang telah dibangun, tetapi juga menghadirkan inovasi dan prestasi yang lebih baik bagi organisasi serta seluruh anggota KORPRI. (bc/isl)