MEDAN — Ketua DPD WALUBI Sumatera Utara sekaligus tokoh perempuan lintas organisasi, Meriyawaty Amelia Prasetio atau yang akrab disapa Bunda Yin, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Nahdlatul Ulama (NU) atas terselenggaranya Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Bunda Yin juga menyampaikan selamat kepada KH Miftachul Akhyar, yang kembali dipercaya sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031, serta KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.
“Selamat dan sukses untuk keluarga besar Nahdlatul Ulama. Semoga kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam, dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU mampu membawa NU semakin kuat, sejuk dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara,” ujar Bunda Yin, melalui rilis berita yang disampaikan di Medan, Selasa (1/9/2026).
Menurut Bunda Yin, NU merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga persatuan, kebangsaan, toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Bunda Yin mengaku mengenal NU secara lebih dekat, sejak masa kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebagai Presiden ke-4 Republik Indonesia (1999–2001).
“Sejak zaman Gus Dur saya melihat NU bukan hanya berbicara tentang kehidupan keagamaan, tetapi juga sangat kuat dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan dan toleransi. Hal ini merupakan nilai yang sangat penting untuk terus dirawat di Indonesia,” kata Bunda Yin.
Dalam keterangannya Bunda Yin, juga menilai era Gus Dur memiliki catatan penting dalam perjalanan kebebasan beragama dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah diterbitkannya Keppres Nomor 6 Tahun 2000, tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, yang membuka ruang lebih luas bagi masyarakat Tionghoa untuk menjalankan agama, kepercayaan dan tradisi mereka secara terbuka, termasuk perayaan Imlek.
Bunda Yin berharap kepemimpinan baru PBNU, dapat terus memperkuat kontribusi NU dalam menjaga persatuan nasional, moderasi beragama, kerukunan antarumat beragama serta pembangunan Indonesia.
Muktamar ke-35 NU sendiri berlangsung di Jombang pada 27–31 Agustus 2026 dan menghasilkan kepemimpinan PBNU untuk masa khidmat 2026–2031. Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri sekaligus menutup pelaksanaan Muktamar tersebut. (r/isl)
