Kata Warga Medan, 67 Tahun Pemuda Pancasila: Kompak, Humanis, dan Dekat dengan Masyarakat

Sumut122 Dilihat

MEDAN – Memasuki usia ke-67 tahun, Pemuda Pancasila (PP) terus menjalankan aktivitas sebagai organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Di Sumatera Utara, sejumlah warga menilai organisasi tersebut dikenal melalui kekompakan anggota, kegiatan sosial, dan aktivitas kemasyarakatan.

Perjalanan Pemuda Pancasila diwarnai berbagai dinamika. Organisasi ini juga melakukan pembenahan internal dan memperkuat struktur kepengurusan dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Ishlah, tokoh pemuda Muslim yang juga pengurus MUI Sumatera Utara, mengatakan Pemuda Pancasila Sumut dikenal oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua mengenal PP. Ini menunjukkan Pemuda Pancasila Sumut sudah populer di tengah masyarakat,” ujarnya kepada www.mpwppsumut.com.

BACA JUGA :  Muhri Fauzi Hafiz: Jangan Biarkan Generasi Muda Lupa Sejarah G30S PKI

Pandangan serupa disampaikan Nurdiansyah Silitonga, Minggu (25/10/2026). Ia menyebut kekompakan anggota Pemuda Pancasila sebagai salah satu hal yang diketahui masyarakat.

“Jangan macam-macam sama anak PP, Bang. Kompak orang itu. Kawanku anak PP, mau saja membantu kalau aku minta tolong,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, S.T., menilai kegiatan Pemuda Pancasila Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Musa Rajekshah atau Bang Ijeck terlihat melalui berbagai program yang menyasar masyarakat.

“Dalam tiga periode kepemimpinan, mulai dari almarhum Ketua Aweng, almarhum Ketua Kodrat, hingga sekarang Ketua Ijeck, PP Sumut semakin dikenal humanis dan kegiatannya juga banyak membantu masyarakat. Namanya organisasi, kalau ada sisi negatif, itu sah-sah saja. Namun, yang dominan saat ini, PP it’s oke,” ungkap Nezar.

BACA JUGA :  KPK Sita Aset Ketum Pemuda Pancasila Japto, Diduga Terkait Kasus Gratifikasi Rita Widyasari

Dukungan juga disampaikan dari kalangan keluarga. Ris (60), ibu rumah tangga di Percut Sei Tuan, mengatakan tidak mempermasalahkan anaknya bergabung dengan Pemuda Pancasila sejak tamat SMA hingga sekarang.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dan ibu-ibu dalam organisasi tersebut juga berkaitan dengan aktivitas sosial dan keagamaan.

“Anak saya ikut PP sejak tamat SMA sampai sekarang, dan kami sebagai orang tua tidak protes. Kawan saya juga ada yang menjadi Srikandi PP Sumut. Banyak ibu-ibu seusia kami, 50 tahun ke atas, ikut PP. Ada wirid dan pengajian,” tuturnya.

BACA JUGA :  Romo dan BPKH Resmikan Gedung Insan Cita Alimbas Medan

Momentum Evaluasi dan Pengabdian

Memasuki usia ke-67 tahun, pandangan sejumlah warga tersebut menunjukkan persepsi sebagian masyarakat Sumatera Utara terhadap Pemuda Pancasila.

Ke depan, organisasi ini menghadapi tantangan untuk menjaga kekompakan, memperkuat disiplin dan ketertiban administrasi, serta memastikan kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat memberikan manfaat.

Peringatan hari jadi dapat menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen Pemuda Pancasila untuk menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat serta berkontribusi bagi bangsa. (r/isl)