Dasco Apresiasi Polri-BNN Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin di Sumut

Nasional, Politik164 Dilihat

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi terkait yang berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Dasco mengaku prihatin atas upaya penyelundupan bahan narkotika dalam jumlah besar yang diduga dikirim dari Malaysia untuk diedarkan di Indonesia. Menurutnya, peredaran narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan bangsa.

“Saya juga mengucapkan rasa turut prihatin kita yang mendalam terhadap apa yang terjadi di dalam negeri. Tadi saya dapat data dari Pak Kapolri, bahwa baru-baru ini Polri dengan BNN bekerja sama menangkap kapal yang membawa bahan narkoba satu ton ketamin,” kata Dasco saat dihubungi awak media, sebagaimana dikutip Minggu (25/10/2026).

BACA JUGA :  Menkumham Segera Sahkan Pengurus PKB dan Golkar

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto, sebanyak 1,16 ton ketamin tersebut dikirim dari Malaysia. Barang bukti itu diangkut menggunakan kapal MT Global 168 yang diamankan di wilayah perairan Sumatera Utara.

Dasco menyebutkan, kapal tersebut terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, PT Makmur Merin Petroleum, yang beralamat di Suite 1112, Lantai 8, Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia.

“Namanya kapal MT Global 168 di Belawan, Sumatera Utara, dan kapal ini terdaftar atas nama perusahaan Malaysia, PT Makmur Merin Petroleum, alamatnya lengkap Suite 1112, Lantai 8, Menara TJB, Johor Bahru, Malaysia,” ujarnya.

Ketua Harian Partai Gerindra itu menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri di bawah komando Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto bersama tim gabungan yang menggagalkan penyelundupan tersebut.

BACA JUGA :  Anis Matta: Isu Palestina Sadarkan Umat Siapkan Mental Hadapi Perubahan Dunia

Menurut Dasco, pengungkapan kasus ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika. Ia mengingatkan bahwa narkoba dapat berdampak buruk terhadap kreativitas, produktivitas, dan masa depan anak-anak bangsa.

“Artinya, keprihatinan ini terhadap ancaman narkoba bagi anak-anak negeri kita, yang kemudian datang dari negara luar. Salah satu yang tadi saya sebutkan, sehingga kita semua wajib berikhtiar untuk memerangi bahaya yang sangat-sangat dapat merusak anak-anak negeri. Kalau sudah narkoba, kreativitasnya sangat-sangat berkurang,” tegas Dasco.

Delapan Awak Kapal Diamankan

Sebelumnya, operasi gabungan yang melibatkan Bareskrim Polri, BNN, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Ditpolair Baharkam Polri, serta Polda Sumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut kapal MT Global 168 di perairan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

BACA JUGA :  Siswa MAN 2 Labura Sabet Penghargaan Nasional, Raih Juara 1 Gen Halal Championship 2025

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan, petugas mengamankan delapan awak kapal dalam pengungkapan tersebut. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara Taiwan.

“Hasil penggeledahan, petugas mengamankan 58 karung dengan total berat bruto 1,16 ton ketamin, alat komunikasi, dan kapal MT Global 168,” kata Suyudi.

Berdasarkan estimasi aparat, pengungkapan tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar 5,8 juta jiwa dari potensi penyalahgunaan ketamin. Perkiraan itu didasarkan pada jumlah barang bukti yang berhasil diamankan.

Keberhasilan pengungkapan ini sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam mencegah masuknya narkotika dan bahan berbahaya ke Indonesia. Upaya pemberantasan juga membutuhkan dukungan masyarakat agar peredaran gelap narkotika tidak merusak kehidupan generasi muda. (bc/isl)