Harga Semen di Sumut Masih Tembus Rp85 Ribu per Sak

Bisnis, Sumut24 Dilihat

MEDAN – Harga semen di wilayah Sumatera Utara (Sumut) masih bertahan tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Kondisi tersebut membuat biaya pembangunan maupun renovasi rumah masyarakat ikut membengkak.

Berdasarkan pantauan harga di tingkat eceran pada Jumat (21/8/2026), harga semen masih berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp85.000 per sak, tergantung merek dan lokasi penjualan.

Hanan, salah seorang pemilik panglong di kawasan Jalan Klambir Lima, mengatakan harga semen dari distributor belum mengalami koreksi.

BACA JUGA :  1.015 Pelari dari 34 Negara Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026, Perkuat Posisi Sumut sebagai Destinasi Sport Tourism

“Untuk harga semen eceran saat ini masih di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000 per sak,” ujarnya.

Harga yang relatif tinggi juga ditemukan di sejumlah titik pengecer lainnya. Berdasarkan laporan masyarakat, harga semen di beberapa lokasi bahkan sempat mencapai Rp85.000 per sak.

Untuk sejumlah merek yang banyak beredar di pasaran Sumut, harga Semen Padang berada di sekitar Rp80.000 per sak. Sementara Semen Merdeka dan Semen Merah Putih masing-masing berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per sak.

BACA JUGA :  Siswa MAN 1 Madina Borong Dua Medali Emas di Ajang Internasional WYIE 2026 Malaysia

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang tengah membangun atau merenovasi rumah. Kenaikan harga material membuat sebagian warga terpaksa menunda pekerjaan karena harus menyesuaikan kembali anggaran.

“Ini masih berhenti dulu pembangunannya, masih ngumpulin uang untuk beli semennya. Lumayan harganya. Daripada dipaksa beli, mending ditabung dulu beberapa bulan biar nggak mencekik biaya pembangunan,” kata Tri, salah seorang warga yang sedang membangun rumah.

Tri mengaku biaya pembangunan rumahnya kini melebihi perkiraan awal. Padahal, pembangunan dilakukan secara mandiri untuk menekan biaya.

BACA JUGA :  Operasi Lilin 2024, Kapolda Sumut Pastikan Keamanan Bandara Kualanamu dan Jalur Transportasi

“Perkiraan dengan budget yang saya punya, rumah ini bisa terbangun kurang lebih empat bulan. Tapi karena kenaikan, jadinya lebih lama. Rumah saya kerjakan sendiri, jadi harusnya lebih hemat. Tapi malah jadi nggak masuk budgetnya,” ujarnya.

Ia berharap harga semen dan material bangunan lainnya dapat kembali stabil sehingga masyarakat bisa melanjutkan pembangunan sesuai rencana dan anggaran yang telah disiapkan. (r/isl)