Rilis Data Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Rupiah Menguat di Bawah 16.100

Bisnis106 Dilihat

MEDAN – Rilis data inflasi AS sesuai dengan ekspektasi, dimana untuk inflasi inti di bulan april merealisasikan angka sebesar 3.6%, dan inflasi pada umumnya merealisasikan angka sebesar 3.4% YoY.

Realisasi data inflasi tersebut juga mendorong pelemahan pada imbal hasil US Treasury 10 Tahun yang saat ini berada dikisaran 4.3%. Disisi lainnya, USD Index juga terpantau mengalami penurunan dikisaran 104.2.

Ekonom Sumut Gunawan Benjamin menjelaskan kinerja mata uang rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat di level 15.930 per US Dolar.

BACA JUGA :  Resmikan Dealer Nozomi, Ijeck: Semakin Gairahkan UMKM Sumut

Meredanya tekanan inflasi di AS memberikan dorongan pada membaiknya kinerja pasar keuangan di tanah air. Data inflasi AS tersebut setidaknya memberikan harapan bahwa masih ada peluang The FED memangkas bunga acuannya. Rupiah diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 15.970 – 16.110 hari ini.

“Setelah dua hari sebelumnya, Gubernur Bank Sentral AS memberikan pidato yang diterjemahkan sebagai kemungkinan bahwa The FED berpeluang tidak akan menurunkan bunga acuan di tahun ini. Sementara itu, kinerja IHSG pada perdagangan pagi ini juga ditransaksikan menguat ke level 7.238. Pasar keuangan di tanah air secara keseluruhan mendapatkan angin segar dari melemahnya laju tekanan inflasi di AS yang dirilis rabu malam. IHSG diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 7.180 hingga 7.250 di hari ini,” ungkap dia, Kamis (16/5/2024).

BACA JUGA :  Pemprovsu Tetapkan UMP Sumut Naik Jadi Rp2,9 Juta

Tidak hanya kinerja pasar keuangan di tanah air, kinerja pasar keuangan di Asia juga membaik pagi ini. Termasuk juga harga emas yang ditransaksikan dikisaran $2.319 per ons troy. Harga emas pagi ini ditransaksikan melemah dibandingkan dengan kinerjanya saat ditransaksikan di pasar amerika. Namun harga emas jauh melompat lebih tinggi dibandingan dengan perdagangan sore sebelumnya. (lub)