Mantan Pejabat Kemenkeu Ditangkap, Terseret Skandal Investasi Miliaran Dolar

Internasional12 Dilihat

JAKARTA – Kepolisian Turki menahan 26 orang, termasuk seorang mantan birokrat Kementerian Keuangan dan sejumlah eksekutif perusahaan investasi, dalam penyelidikan skandal penipuan dana investasi bernilai miliaran dolar yang mengguncang negara tersebut.

Dikutip dari AFP, Minggu (25/10/2026), skandal ini menjadi sorotan publik dalam sebulan terakhir. Kejaksaan Turki tengah mendalami dugaan manipulasi pasar secara luas yang dilaporkan berdampak pada tabungan sekitar 455.000 investor individu.

Operasi penangkapan tersebut berlangsung sehari setelah Menteri Keuangan Turki, Mehmet Simsek, mengeluarkan peringatan tegas. Ia menyatakan bahwa pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari aktivitas manipulasi pasar harus mengembalikannya secara sukarela atau menghadapi proses hukum.

Pada Selasa, Simsek juga mengklaim bahwa otoritas telah mengidentifikasi nama-nama pihak yang meraup keuntungan dari skandal tersebut. Namun, ia tidak mengungkapkan jumlah pasti orang yang terlibat.

BACA JUGA :  Perang Tak Kunjung Berhenti, 10 Ribu Pasukan Israel Mulai Stres

“Mereka yang memperoleh keuntungan nyata sebesar 10 juta lira (sekitar Rp3,63 miliar) atau lebih akan didekati,” ujar Simsek, sebagaimana dilaporkan AFP.

Ia menambahkan, apabila tidak ada pengembalian secara sukarela, Kementerian Kehakiman akan memulai prosedur hukum yang relevan.

Skandal ini memunculkan pertanyaan mengenai pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari dugaan praktik ilegal tersebut. Kasus itu juga menambah tekanan terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), partai berkuasa yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Tekanan semakin meningkat setelah seorang mantan menteri mengundurkan diri menyusul munculnya sejumlah tuduhan terkait aktivitas investasinya.

Dalam pernyataan resminya, jaksa penuntut menyebutkan telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap 31 orang. Sebanyak 26 orang telah ditahan, sedangkan lima lainnya masih dalam pengejaran polisi.

BACA JUGA :  Penembakan Massal di Masjid San Diego AS, 5 Orang Tewas

Salah satu orang yang masih diburu adalah Nusret Altinbas, pemilik konglomerat swasta Turki, Altinbas Holdings. Menurut kantor berita pemerintah Anadolu, saudara laki-laki Nusret telah ditahan, sementara aset keluarga mereka dibekukan.

Kementerian Kehakiman mencatat bahwa hingga 4 Oktober, sebanyak 85 orang telah ditahan dan ditempatkan dalam tahanan sambil menunggu persidangan terkait kasus tersebut.

Hingga kini, belum diketahui secara terperinci tuduhan yang dikenakan terhadap para tersangka terbaru maupun jadwal mereka untuk dihadapkan ke pengadilan.

Polisi memastikan bahwa daftar tersangka mencakup 16 eksekutif dan staf dari sejumlah perusahaan manajemen portofolio yang sebelumnya telah terseret dalam skandal tersebut. Perusahaan-perusahaan itu antara lain Atlas, Pardus, Hedef, Tera, dan A1.

BACA JUGA :  Presiden Iran: Israel Salah Besar Bunuh Haniyeh 

Pejabat Regulator dan Wakil Menteri Mundur

Dampak skandal investasi tersebut juga meluas ke jajaran regulator dan pemerintahan Turki.

Pada Senin, kepala Dewan Pasar Modal Turki (SPK) diberhentikan dari jabatannya setelah baru menjabat selama lima bulan. Pemberhentian itu terjadi hanya beberapa hari setelah jaksa mulai menyelidiki pejabat yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Pada hari yang sama, Wakil Menteri Keuangan Osman Celik juga mengundurkan diri. Pengunduran dirinya terjadi sekitar dua minggu setelah menantunya ditahan sambil menunggu persidangan dalam kasus yang sama.

Perkembangan ini menunjukkan meluasnya dampak penyelidikan skandal investasi yang menyeret pelaku dari sektor keuangan, perusahaan manajemen portofolio, hingga kalangan pejabat pemerintahan Turki. (bc/isl)