Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Masyarakat Lihat Langsung Sekolah Rakyat

Medan, Politik15 Dilihat

Medan — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya calon siswa dan orang tua, melihat langsung proses belajar mengajar, pengasuhan, serta perkembangan siswa di Sekolah Rakyat.

Ajakan itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat di SRMP 2 Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/6/2026).

“Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama,” ujar Gus Ipul.

Menurutnya, kegiatan Open House menjadi momentum bagi calon siswa dan orang tua untuk melihat secara langsung sistem pembelajaran, suasana asrama, serta lingkungan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan, terdapat tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, yakni perundungan, kekerasan seksual maupun fisik, serta intoleransi.

“Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Dinamika Politik Global Semakin Kompleks dari Waktu ke Waktu

Sebanyak 75 calon siswa dan orang tua calon siswa dari Kota Medan hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyaksikan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, bela diri karate, pidato tiga bahasa, paduan suara, hingga pembacaan puisi.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga diarahkan untuk membentuk generasi yang berkarakter dan memiliki keterampilan.

“Lulusan Sekolah Rakyat nantinya ada yang menjadi guru, ada yang menjadi seniman. Pokoknya menjadi apa pun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” katanya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap pengembangan Sekolah Rakyat, salah satunya melalui pembangunan gedung permanen di berbagai daerah.

BACA JUGA :  BKM Al-Huda Santuni Anak Yatim Jelang Idul Fitri 1447 H

Saat ini, terdapat 104 titik Sekolah Rakyat permanen yang sedang dipersiapkan. Di Kota Medan, Sekolah Rakyat permanen direncanakan menerima 270 siswa, terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Dalam kegiatan itu, Gus Ipul juga berdialog dengan calon siswa dan orang tua. Salah satunya Ridha Aritona, orang tua Jessica Putri Sirait.

Ridha mengungkapkan keluarganya hidup dengan penghasilan tidak tetap karena bekerja sebagai pengemudi ojek online.

“Besar harapan saya anak saya sekolah berkualitas. Dengan keadaan tidak mampu menyekolahkan dan memberikan les, harapan besar dia bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, jangan seperti kehidupan saya,” ujarnya.

Sementara itu, Riantika, ibu dari Fahrizky, mengaku bersyukur anaknya mendapat kesempatan masuk Sekolah Rakyat. Ia menyebut anaknya sempat putus sekolah saat duduk di kelas 6 SD.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan Pemerintah Kota Medan telah mendampingi pelaksanaan Sekolah Rakyat sejak awal.

BACA JUGA :  Sepakat, 8 Fraksi DPRD Medan Setujui Perubahan Ranperda Tatib

“Kami mendampingi Sekolah Rakyat ini dari awal sekali. Saya hadir kembali dan melihat anak-anak yang awalnya belum percaya diri dan belum teratur sekarang sudah ada progres,” katanya.

Menurut Rico, anak-anak di perkotaan menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia menilai Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana untuk menjangkau anak-anak dari keluarga rentan agar tetap mendapatkan akses pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, Kepala Bagian Umum BPS Sumut Dadan yang mewakili Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, serta sejumlah pejabat Kementerian Sosial. (r/isl)