Bantuan Beras Bulog di Sukajaya Belum Dibagikan, Warga Menunggu Enam Hari

Nasional, News46 Dilihat

PESAWARAN — Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mempertanyakan belum disalurkannya bantuan beras yang bersumber dari program ketahanan pangan dan Bulog. Hingga hampir enam hari setelah beras tiba, bantuan tersebut disebut belum dibagikan kepada masyarakat.

Kondisi itu menuai kekecewaan warga. Terlebih, sejumlah desa tetangga di Kecamatan Punduh Pidada disebut telah lebih dahulu menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat.

Hendra selaku Koordinator Kecamatan (Korcam) untuk pendistribusian beras bantuan Bulog di Kecamatan Punduh Pidada mengatakan, pihaknya telah berupaya meminta data penerima kepada Bulog. Namun, menurut Hendra, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi.

“Mohon maaf Pak, saya barusan dapat info dari Bulog, mereka tidak bisa kasih data. Jadi mohon maaf, bukan saya tidak mau bantu, saya sudah minta kepada pihak mereka, tapi tidak bisa kasih,” ujar Hendra, Selasa (15/9/2026).

Menurut Hendra, pihak Bulog juga menyampaikan hal serupa kepada Dinas Sosial. Jika diperlukan, persoalan tersebut dapat dikomunikasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) maupun langsung kepada pihak Bulog.

BACA JUGA :  Hasil RDP di DPRD Medan, Biaya Kontribusi Penyediaan Fasilitas Kios di Pasar Aksara Diturunkan 15 Persen

Hendra juga mengaku telah mengingatkan Kepala Desa Sukajaya agar bantuan beras tersebut segera disalurkan kepada masyarakat. Namun, hingga informasi ini dihimpun, beras tersebut disebut belum dibagikan.

Camat: Semestinya Segera Disalurkan

Camat Punduh Pidada, Usep Abdus Somad, menyatakan bantuan beras tersebut semestinya segera disalurkan kepada masyarakat.

“Semestinya beras itu secepatnya dibagikan, mengingat kondisi masyarakat saat ini, apalagi sekarang sedang musim kemarau dan dampak debu vulkanik juga masih terasa,” tegas Usep.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah kecamatan mengharapkan tidak adanya penundaan dalam pendistribusian bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Ketua BPD Pertanyakan Mekanisme Penyaluran

Sementara itu, Ketua BPD Desa Sukajaya, Repiansyah, mengaku belum mengetahui secara pasti kapan bantuan beras tersebut tiba dan kapan akan dibagikan kepada warga.

“Saya tidak tahu pasti tanggal berapa beras itu datang. Kira-kira sudah lima sampai enam hari ini kami menunggu kapan beras itu dibagikan, tapi sampai sekarang belum dibagikan. Padahal desa-desa lain sudah semua dibagikan,” ujar Repiansyah saat dihubungi melalui WhatsApp.

BACA JUGA :  Desa Mensubang Memanas, Warga Minta Presiden Hentikan Perusakan Lahan

Repiansyah juga mempertanyakan mekanisme penyaluran bantuan tersebut. Ia mengaku heran karena menurut informasi yang diterimanya, beras tersebut justru dibawa langsung ke rumah Kepala Desa Sukajaya, bukan ke kantor desa.

“Saya juga heran, teknisnya bagaimana kok beras itu langsung turun ke rumah Pak Kades, bukan di kantor desa,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diklarifikasi oleh pemerintah desa agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai mekanisme penerimaan, penyimpanan, pendataan, hingga penyaluran bantuan beras.

Warga Minta Penyaluran Transparan

Sejumlah warga juga mempertanyakan pola pembagian bantuan di Desa Sukajaya. Mereka membandingkan mekanisme tersebut dengan desa lain di Kecamatan Punduh Pidada yang menurut informasi warga melakukan pembagian secara terbuka dengan melibatkan unsur pendamping desa dan kecamatan.

BACA JUGA :  Sesuai Target, Dana BOS Madrasah dan BOP RA Sudah Bisa Dicairkan

Di Sukajaya, warga menyebut penyaluran dilakukan secara door-to-door. Kondisi itu membuat sebagian masyarakat mengaku tidak mengetahui secara jelas siapa saja penerima bantuan dan berapa jumlah beras yang dialokasikan.

“Kami sudah menunggu hampir enam hari, setiap hari berharap beras itu datang dan dibagikan. Desa tetangga sudah semua dapat dengan jelas, tapi di desa kami sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta pihak Bulog segera memberikan penjelasan mengenai status bantuan tersebut dan memastikan penyalurannya dilakukan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sukajaya belum memberikan keterangan terkait keterlambatan penyaluran, mekanisme penerimaan beras di tingkat desa, maupun alasan bantuan tersebut belum dibagikan kepada masyarakat. Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui WhatsApp. (bc/isl)