Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Dokter Shinta Optimis Program Kesehatan Untuk Rakyat Berkelanjutan

Sumut103 Dilihat

DELI SERDANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan penguatan layanan kesehatan dasar, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kesehatan masyarakat. Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pelaksanaan program tersebut dinilai perlu terus diperkuat, terutama dalam hal pemerataan layanan dan tindak lanjut medis.

Ketua Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Deli Serdang sekaligus Sekretaris Jenderal Kesira Sumatera Utara, drg. Shinta Anggraini, M.Kes., menilai kebijakan kesehatan pemerintah, menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar manfaat program dapat dirasakan secara luas.

“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok presiden yang memberikan perhatian besar terhadap kesehatan rakyat. Program seperti MBG untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah penting agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan sejak dini,” ujar Shinta, kepada wartawan, Senin (26/10/2026).

BACA JUGA :  Ribuan Warga Meriahkan Lomba Dayung Sampan Tradisional SAHERA Piala Edy Rahmayadi Cup I di Sei Wampu

Menurutnya, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pengobatan ketika seseorang sakit, tetapi juga mencakup pencegahan penyakit, pemenuhan gizi, serta kemudahan memperoleh layanan kesehatan.

Cek Kesehatan Gratis Menjangkau 109,3 Juta Orang

Menurut dokter Shinta, berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 22 Oktober 2026 mencatat, Program Cek Kesehatan Gratis telah melayani sekitar 109,3 juta orang sepanjang 2026. Pelaksanaan program tersebut menjangkau 10.319 puskesmas atau sekitar 99,8 persen dari seluruh puskesmas yang terdaftar, serta seluruh 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Capaian itu menunjukkan luasnya jangkauan pemeriksaan kesehatan gratis. Meski demikian, pemerintah perlu memastikan hasil pemeriksaan ditindaklanjuti melalui pengobatan, pemantauan, dan rujukan medis sesuai kebutuhan pasien.

BACA JUGA :  Horas Bangso Batak Diharapkan Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Daerah

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2025 mencapai 75,90, meningkat dari 75,02 pada 2024. Umur Harapan Hidup saat lahir juga naik menjadi 74,47 tahun, bertambah 0,32 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan IPM dan umur harapan hidup menjadi indikator positif pembangunan manusia. Namun, kedua indikator tersebut tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu program atau satu pemerintahan karena dipengaruhi berbagai faktor.

Penguatan Layanan Kesehatan Dasar

Dalam keterangannya dokter Shinta juga menilai peningkatan kualitas puskesmas, pemerataan tenaga kesehatan, kemudahan akses pengobatan, dan kesinambungan layanan perlu menjadi perhatian dalam pengembangan program kesehatan.

BACA JUGA :  Lapas Kelas I Medan Gelar Ujian Praktik Ibadah bagi Warga Binaan

Sebagai seorang dokter gigi yang pernah berpraktik di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Columbia Asia, RSI Malahayati, RS Bunda Thamrin, RS Permata Bunda, RS Tebet, dan RS Brawijaya Antasari, dokter Shinta sepakat bahwa pelayanan kesehatan harus dapat diakses seluruh lapisan masyarakat dan berkelanjutan.

Sebagai alumni Paskibraka Nasional 1999, dokter Shinta menegaskan, ” Program kesehatan pemerintah tetap berkelanjutan sambil terus dievaluasi dan diperbaiki agar pelaksanaannya semakin efektif serta mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Harapan saya, Pak Prabowo selalu sehat dan terus memperjuangkan kesehatan serta kesejahteraan masyarakat Indonesia.” (r/isl)