JAKARTA — Sahabat Polisi Indonesia (SPI) mematangkan persiapan kepengurusan periode 2026–2031 melalui konsolidasi organisasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pelantikan sekaligus memperkuat program kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Konsolidasi juga diarahkan untuk memperkuat peran SPI sebagai mitra masyarakat dalam membangun komunikasi, memberikan edukasi, serta mendorong kolaborasi positif dengan kepolisian.
Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh, mengatakan kepengurusan baru harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“SPI harus hadir dengan kerja nyata dan menjadi jembatan positif antara masyarakat dan kepolisian,” ujar Fonda, Minggu (27/9/2026).
Menurut Fonda, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan perlu terus diperkuat. Salah satunya melalui pendidikan serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi. Masyarakat juga punya peran,” tegasnya.
Ia mengatakan, pengurus SPI di tingkat pusat maupun daerah akan didorong untuk mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Dengan demikian, program organisasi diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Sahabat Polisi Indonesia, Hendra Ferdiansyah, mengatakan konsolidasi dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran siap menjalankan program kerja setelah pelantikan.
“Setelah dilantik, semua harus langsung bekerja dengan program yang jelas,” ujar Hendra.
Hendra menyebut sejumlah bidang yang menjadi fokus penguatan program SPI, di antaranya edukasi masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, komunikasi dan media, serta pengembangan jaringan organisasi di daerah.
“Kami ingin setiap pengurus membawakan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurut Hendra, SPI juga akan memperluas ruang komunikasi antara masyarakat dan kepolisian melalui kegiatan edukasi, penyampaian informasi, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Pelantikan kepengurusan SPI periode 2026–2031 dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026. Pelantikan tersebut akan menjadi momentum bagi pengurus di tingkat nasional dan daerah untuk mulai menjalankan agenda kerja organisasi.
Fonda menegaskan, keberadaan SPI pada akhirnya harus dapat diukur melalui manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Ukuran keberhasilan SPI adalah manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Fonda. (bc/isl)
