Ungkap Kebencian ke Salah Satu Partai, Gubernur Edy Disarankan Periksa Kejiwaan

News68 Dilihat

MEDAN – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi disarankan berobat ke Psikiater karena kerap berbicara hal yang buruk dan sentimen negatif. Terlalu kecil kapasitas Gubernur jika hanya sibuk menebar kebencian terhadap Golkar.

Hal itu disampaikan Mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH), Aminullah Siagian, saat dimintai keterangannya terkait Gubernur Edy yang mengaku trauma dengan ‘kuning’ dan sebelumnya juga mengaku pernah di-bully Golkar.

BACA JUGA :  Tahun 2022, DPRD Kota Medan Kembali Akan Perketat Pengawasan Pembangunan Infratruktur

Aminullah mengaku sedih melihat kondisi Sumut saat ini yang dipimpin Edy Rahmayadi. “Sedih saya, Gubernur kita tidak punya visi, sibuk berbuat gaduh dan kerap berbicara yang mengganggu urusan orang lain. Gubernur itu kan harusnya bicara target pembangunan, pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kesehatan murah yang berkualitas dan hal strategis lainnya,” kata Aminullah kepada wartawan, Jumat 23 September 2022.

BACA JUGA :  Sosialisasi Perda di Jalan Rakyat, Wong Cun Sen: Warga Tidak Mampu Dijamin Haknya

Kata dia, Gubernur Edy saat ini seperti sedang mengalami kekuatiran tinggi sehingga menyerang siapapun yang berbeda pandangan politik terhadap beliau. Tentu ini tidak baik dan bukan contoh pemimpin jika melakukan hal tersebut.

Menurutnya, Gubernur Edy harus segera berobat atau terapi kejiwaan ke Psikiater agar berpikir on the track dan nyambung kalau berbicara dihadapan publik.

BACA JUGA :  PPIH Debarkasi Medan Dampingi Jemaah Haji Kloter 12 JKS Hingga Kembali ke Jakarta

Aminullah menjelaskan, keadaan saat ini seperti rindu yang salah alamat. Dulu masyarakat rindu punya Gubernur yang bersih, tapi sekarang dipimpin oleh Gubernur yang tidak jelas visi pembangunannya. (Red)