MEDAN – Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Utara, Ir. H. Heri Batanghari Nasution, M.Psi, menyatakan menghormati sepenuhnya keputusan Sahabat Ridho Rahmadi untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat.
Menurut Heri Batanghari Nasution, keputusan tersebut harus dilihat secara objektif dan profesional. Ia menilai langkah Ridho Rahmadi merupakan bentuk tanggung jawab dan integritas dalam menjalankan berbagai amanah yang diembannya.
“DPW Partai Ummat Sumatera Utara menghormati sepenuhnya keputusan Sahabat Ridho Rahmadi untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat. Keputusan tersebut kami pandang sebagai bentuk tanggung jawab, integritas, dan profesionalisme beliau,” ujar Heri Batanghari Nasution dalam pernyataan sikapnya, Kamis (3/9/2026) malam.
Heri menjelaskan, Ridho Rahmadi memiliki aktivitas profesional di dunia akademik yang membutuhkan perhatian dan fokus penuh. Selain dikenal sebagai akademisi dan dosen, Ridho juga menjalankan aktivitas pengelolaan perguruan tinggi berbasis Artificial Intelligence atau AI di Yogyakarta.
Menurutnya, aktivitas akademik Ridho Rahmadi yang berpusat di Yogyakarta, sementara dinamika kepartaian secara nasional banyak berlangsung di Jakarta, menjadi salah satu pertimbangan yang logis dalam mengambil keputusan tersebut.
“Beliau dihadapkan pada tuntutan profesional yang membutuhkan fokus dan perhatian penuh. Mengingat pusat aktivitas akademik beliau berada di Yogyakarta, sementara dinamika kepartaian secara nasional berpusat di Jakarta, keputusan tersebut merupakan konsekuensi yang logis dan bentuk sikap profesional dalam menentukan prioritas pengabdian,” katanya.
Heri juga mengimbau seluruh pihak agar tidak mengaitkan keputusan pengunduran diri tersebut dengan persoalan di luar urusan profesional dan organisasi.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan pilihan pribadi yang harus dihormati dan tidak semestinya dikaitkan dengan persoalan domestik maupun keluarga.
“Kami mengimbau seluruh pihak agar melihat keputusan ini secara objektif, proporsional, dan profesional. Ini merupakan keputusan profesional yang tidak sepatutnya dikaitkan dengan persoalan domestik maupun keluarga,” tegasnya.
Lebih lanjut, Heri mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan sesuatu yang lumrah dalam organisasi politik. Ia menilai transisi kepemimpinan justru menjadi bagian dari proses pendewasaan organisasi.
“Pergantian kepemimpinan adalah hal yang lumrah, sehat, dan wajar dalam sebuah organisasi politik yang dinamis. Transisi kepemimpinan merupakan bagian dari proses organisasi dan menjadi momentum untuk terus memperkuat konsolidasi serta kedewasaan politik Partai Ummat,” ujarnya.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum, Heri menegaskan bahwa Ridho Rahmadi tetap memiliki peran penting dalam perjalanan Partai Ummat. Saat ini, Ridho Rahmadi melanjutkan pengabdiannya sebagai Anggota Majelis Syuro Partai Ummat.
“Kontribusi dan pengabdian Sahabat Ridho Rahmadi kepada Partai Ummat tidak berhenti sampai di sini. Beliau tetap melanjutkan pengabdian sebagai Anggota Majelis Syuro Partai Ummat, sebuah posisi strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan arah dan kebijakan mendasar partai ke depan,” jelasnya.
DPW Partai Ummat Sumatera Utara juga berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan ritme konsolidasi organisasi, memperkuat arah perjuangan partai, serta membangun harmonisasi yang semakin baik antara DPP, Majelis Syuro, dan seluruh struktur kepengurusan di daerah.
“Kami berharap estafet kepemimpinan ini dapat menjaga ritme konsolidasi, memperkuat nilai-nilai perjuangan Partai Ummat dalam membela keadilan dan melawan kezaliman, serta memperkuat sinergi antara DPP, Majelis Syuro, dan seluruh pengurus daerah,” tutur Heri.
Ia optimistis proses transisi kepemimpinan tersebut akan semakin mematangkan Partai Ummat sebagai organisasi politik dan memperkuat kontribusinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami yakin dan percaya bahwa transisi kepemimpinan ini justru akan semakin mematangkan kedewasaan politik Partai Ummat serta memperkuat kontribusinya dalam perjuangan membangun bangsa dan negara,” pungkas Heri. (r/isl)
