Gebyar Muharram 1448 H MUI Sumut: Sukses Gelar Acara Mandiri, Dorong Kolaborasi Aghniya dan Sinergi Pemerintah

Sumut15 Dilihat

MEDAN– Perayaan Gebyar Muharram 1448 Hijriah yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara di kompleks gedung dan pelataran MUI Sumut berlangsung meriah. Acara ini mencatat antusiasme yang sangat tinggi dari ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah sejak pagi hari, hingga melampaui prediksi panitia.

Acara yang dikemas secara mandiri ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Ketua Umum MUI Sumut, para ulama, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai elemen umat Islam.

Wamenag Apresiasi Kemandirian MUI Sumut dan Soroti Isu Keumatan

Hadir memberikan sambutan, Wakil Menteri Agama RI, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum, memberikan apresiasi khusus kepada MUI Sumatera Utara atas keberhasilannya menyelenggarakan acara besar ini tanpa ketergantungan pada anggaran daerah.

“Kegiatan ini menunjukkan kemandirian MUI. Pelaksanaan Gebyar Muharram tidak bergantung pada dana APBD, tetapi dapat terlaksana dengan baik melalui dukungan dan partisipasi umat. Ini patut diapresiasi,” ujar Wamenag.

BACA JUGA :  Dua Tokoh KMDT Apresiasi Kolaborasi Gubernur Sumut dan Tujuh Bupati Soal Geopark Toba

Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan beberapa poin penting terkait isu keumatan dan kebangsaan:
* Momentum Muhasabah: Muharram harus menjadi waktu untuk evaluasi diri, tajdid (pembaruan), dan memperkuat komitmen menghadirkan kebaikan di masyarakat.
* Stigma Terorisme: Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, stigma yang mengaitkan istilah terorisme dengan Islam tidak boleh terjadi lagi, karena Islam adalah agama rahmat dan perdamaian.
* Apresiasi Haji: Pemerintah terus memperbaiki pelayanan ibadah haji agar semakin terorganisir, aman, dan nyaman bagi jemaah Indonesia.
* Peran Strategis MUI: MUI harus menjalankan fungsi himayatul ummah (melindungi umat) dan shadiqul hukumah (mitra kritis-konstruktif pemerintah) berbasis Maqashid Syariah. Wamenag juga menyatakan kesiapannya menjadi penghubung aspirasi umat ke pemerintah pusat.

Ketum MUI Sumut Dorong Kemandirian dan Kolaborasi Aghniya

Sejalan dengan Wamenag, Ketua Umum MUI Sumut, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menegaskan pentingnya membangun kemandirian organisasi agar MUI optimal dalam melayani, membina, dan memberdayakan umat di bidang dakwah, pendidikan, sosial, maupun ekonomi.
Maratua mengajak kalangan aghniya (umat Islam yang memiliki kemampuan ekonomi) untuk aktif berkolaborasi dan berdonasi dalam program keumatan MUI Sumut. Ia juga mengingatkan kembali posisi kuat MUI di dalam sistem ketatanegaraan.

BACA JUGA :  Kanwil Kemenag Sumut Terima Kunjungan Dedi Iskandar Batubara

“Peraturan Presiden Nomor 151 Tahun 2014 menegaskan bahwa MUI adalah wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dalam mengayomi umat serta mengembangkan kehidupan yang Islami. Ini menunjukkan posisi strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan nasional,” jelas Maratua.

Laporan Ketua Panitia: Partisipasi Membludak dan Dukungan DonaturK

etua Panitia, Prof. Dr. M. Jamil, MA, mengungkapkan rasa syukur sekaligus memohon maaf kepada para peserta atas keterbatasan fasilitas kursi dan tempat akibat membludaknya jumlah pengunjung yang hadir.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan pihak Aghniya yang telah berkontribusi memberikan dukungan materiil yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta.

Rangkaian Kegiatan dan Kemeriahan Acara

Gebyar Muharram 1448 H ini diisi oleh berbagai kegiatan yang memadukan syiar agama, olahraga, pemberdayaan ekonomi, hingga kreativitas digital:
* Gerak Jalan Sehat & Lomba Gerak Jalan: Diikuti oleh ribuan peserta umum serta 13 tim/kelompok dari berbagai instansi, organisasi, dan komunitas.
* Bazar UMKM: Melibatkan 30 pelaku usaha yang menampilkan produk kuliner, kerajinan, hingga busana muslim sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi.
* Lomba Video Reels Instagram: Diselenggarakan oleh Bidang Infokomdigi MUI Sumut untuk merangkul generasi muda mempublikasikan konten kreatif dan syiar Islam selama acara dengan hadiah uang tunai jutaan rupiah.
* Pengundian Lucky Draw bernilai Fantastis: Sebanyak 2.600 kupon habis dibagikan. Panitia menyediakan berbagai hadiah elektronik (TV, kulkas) serta hadiah utama berupa 4 paket umrah yang menjadi momen paling dinantikan peserta.

BACA JUGA :  LDK-PAB MUI Sumut Turun ke Sibolga–Tapteng, Bawa Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir

Melalui keberhasilan Gebyar Muharram 1448 H ini, MUI Sumut berharap semangat kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah yang telah terbangun dapat terus dipelihara, sekaligus menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial di masa depan. (r/isl)