KUA STU Jehe Tanamkan Cinta dan Kepedulian Melalui Gerakan Satu Pernikahan Satu Pohon

Sumut37 Dilihat

Sitellu Tali Urang Jehe – Kantor Urusan Agama (KUA) Sitellu Tali Urang Jehe Kabupaten Dairi terus menghadirkan inovasi dalam pelayanan pernikahan dengan memadukan pembinaan keluarga sakinah dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Tidak hanya memastikan setiap pasangan memahami pentingnya legalitas dan kesiapan membangun rumah tangga, KUA STU Jehe juga mengajak calon pengantin menanamkan nilai kebaikan sejak awal perjalanan pernikahan.

Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan “Satu Pernikahan Satu Pohon” sebagai bagian dari implementasi ekoteologi dalam kehidupan keluarga. Melalui gerakan ini, momentum pernikahan diharapkan tidak berhenti pada prosesi akad, tetapi menjadi awal tumbuhnya keluarga yang beriman, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan.

BACA JUGA :  Tim Robotics MAN 1 Madina Borong Juara International Robotics Talent Competition 2025

Kepala KUA Sitellu Tali Urang Jehe Irwan Sidebang mengatakan, kegiatan penanaman pohon dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian pembinaan calon pengantin di KUA Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe.

Pasangan calon pengantin diajak untuk menanam bibit pohon di lingkungan KUA sebagai simbol dimulainya perjalanan baru dalam kehidupan rumah tangga.

“Penanaman pohon tersebut menjadi pesan sederhana namun bermakna bahwa sebagaimana pohon membutuhkan tanah yang baik, air, perawatan, dan kesabaran untuk tumbuh, demikian pula kehidupan rumah tangga membutuhkan cinta, komunikasi, kesabaran, kerja sama, serta tanggung jawab dari kedua pasangan. Dengan demikian, setiap pernikahan diharapkan dapat melahirkan keluarga yang tidak hanya sakinah secara spiritual, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan yang diterima, Kamis (27/8/2026).

BACA JUGA :  Kahiyang Ayu Tabur 15.000 Benih Ikan, Dorong Swasembada Pangan di Langkat

Irwan Sidebang menyampaikan bahwa pernikahan merupakan momentum penting untuk menanamkan berbagai nilai kebaikan kepada pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga.

Menurutnya, keluarga adalah tempat pertama untuk membangun karakter, kepedulian, dan tanggung jawab, termasuk tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

“Melalui gerakan satu pernikahan satu pohon, kami ingin mengajak calon pengantin memahami bahwa membangun keluarga bukan hanya tentang mempersiapkan kehidupan bersama pasangan, tetapi juga tentang meninggalkan kebaikan yang dapat dirasakan oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia berharap pohon yang ditanam dapat tumbuh menjadi pengingat bahwa kehidupan rumah tangga juga harus terus dirawat agar semakin kuat dan memberikan manfaat.

BACA JUGA :  Periode September, Inflasi di Sumut Turun ke 1,40 Persen

Kepala KUA Sitellu Tali Urang Jehe menambahkan, semangat ekoteologi sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan manusia untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu, KUA STU Jehe berupaya menjadikan lingkungan kantor sebagai ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya calon pengantin, untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi,” pungkasnya. (r/isl)