MEDAN — Ruang Muda.id bersama Lembaga Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (LMP MBG) melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, Selasa (8/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah temuan di lapangan sekaligus mendorong penguatan evaluasi dan pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di lingkungan SMA dan SMK se-Sumatera Utara.
Dalam audiensi itu, LMP MBG yang diwakili Bendahara Dewi Budiati menyampaikan bahwa berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk dugaan kasus keracunan makanan, tidak selalu dapat dilihat hanya sebagai persoalan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Menurut Dewi, hasil investigasi LMP MBG menunjukkan terdapat aspek lain yang perlu mendapat perhatian, salah satunya kesiapan sekolah dalam menerima dan menyimpan makanan sebelum dikonsumsi peserta didik.
“Kadang dapur sudah mengantar tepat waktu, bahkan ada yang terlalu cepat, tetapi sekolah belum memiliki ruang khusus untuk penyimpanan ompreng atau makanan. Karena program ini masih relatif baru, bisa terjadi jeda waktu berjam-jam sebelum makanan dikonsumsi. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Dewi.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap keamanan pangan harus dilakukan secara menyeluruh karena tanggung jawab tidak berhenti di dapur MBG.
Menurutnya, keamanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh mata rantai, mulai dari proses pengolahan di dapur, distribusi, penerimaan makanan di sekolah, penyimpanan, hingga makanan dikonsumsi oleh peserta didik.
Selain persoalan teknis, LMP MBG juga mengingatkan pentingnya memperkuat sistem pengawasan terhadap kemungkinan adanya gangguan atau sabotase dalam pelaksanaan program.
Namun, Dewi menekankan setiap dugaan sabotase harus dibuktikan melalui pemeriksaan dan investigasi yang objektif, sehingga tidak menimbulkan kesimpulan berdasarkan asumsi semata.
Sementara itu, pengurus pusat Ruang Muda.id yang hadir, Ketua Iqbal Hadi Pradigna, Wakil Ketua Ahmad Hilmy Lubis, Kepala Bidang Informasi Lucky Gemilang Panjaitan menyampaikan kesiapan organisasi tersebut untuk berkontribusi dalam edukasi, pemantauan, serta pengawasan pelaksanaan MBG di sekolah, khususnya jenjang SMA dan SMK di Sumatera Utara.

Ketua Ruang Muda.id, Iqbal, mengatakan keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam mengawal program MBG.
“Sesuai arahan dari Bunda Yin kepada kami untuk dapat berkolaborasi mengawal program MBG, maka pada kesempatan ini kami juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Dinas Pendidikan dalam menyampaikan edukasi kepada siswa sekaligus memberikan laporan temuan lapangan secara konstruktif,” tegas Iqbal.
Ia berharap keterlibatan anak muda tidak sebatas memberikan kritik, tetapi juga ikut memberikan edukasi dan menyampaikan temuan secara konstruktif kepada pemerintah.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga beserta jajaran menyambut baik inisiatif tersebut.
Alexander mengapresiasi kepedulian LMP MBG dan Ruang Muda.id terhadap pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut.
Untuk memperkuat koordinasi, Kadisdik meminta LMP MBG dan Ruang Muda.id menyiapkan surat permohonan resmi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Surat tersebut nantinya menjadi dasar koordinasi bagi Ruang Muda.id untuk melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah SMA dan SMK di Sumatera Utara.
“Kami ingin keterlibatan anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memberikan edukasi dan pengawasan yang konstruktif. Dengan koordinasi yang jelas bersama Dinas Pendidikan, kegiatan di sekolah dapat berjalan lebih leluasa dan terarah,” ujar Alexander.
Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok anak muda dalam memastikan pelaksanaan MBG di sekolah berjalan aman, transparan, serta sesuai dengan tujuan program. (r/isl)
