Bendahara DPD Gerindra Sumut Bunda Yin: May Day Momentum Menghargai Perjuangan Panjang Kaum Buruh

Sumut40 Dilihat

MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day, Bendahara DPD Gerindra Sumatera Utara, Bunda Yin, menyampaikan pesan penuh makna terkait sejarah dan esensi perjuangan kaum pekerja di seluruh dunia.

Menurut Bunda Yin, May Day bukan sekadar hari libur atau momen seremonial tahunan, melainkan simbol dari perjuangan panjang para buruh dalam memperjuangkan hak-hak dasar mereka.

“May Day bukan sekadar tanggal merah atau momen turun ke jalan. Di balik 1 Mei, ada sejarah panjang tentang keberanian para pekerja memperjuangkan hak yang paling mendasar, yaitu waktu hidup yang layak,” ujarnya kepada media, Jumat (1/5/2026).

BACA JUGA :  Istighasah Akbar Masjid Ubidiyah KUA Patumbak Doakan Keselamatan dan Kedamaian Bangsa

Ia mengingatkan bahwa peringatan ini berakar dari aksi besar buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886 yang menuntut sistem kerja delapan jam. Perjuangan tersebut, lanjutnya, diwarnai dengan peristiwa tragis Haymarket yang menelan korban jiwa, namun sekaligus menjadi tonggak lahirnya solidaritas buruh di tingkat global.

Bunda Yin juga menyinggung perjalanan sejarah May Day di Indonesia yang telah melalui berbagai fase, mulai dari masa kolonial, sempat mengalami pembungkaman, hingga akhirnya kembali diakui sebagai hari penting bagi kaum pekerja. Sejak tahun 2014, pemerintah resmi menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional.

BACA JUGA :  LLDikti Wilayah I Medan Raih Penghargaan Peringkat Terbaik Implementasi Full CMS dari Kemenkeu RI

“May Day hari ini bukan hanya tentang tuntutan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap hak yang kita nikmati saat ini merupakan hasil dari perjuangan panjang yang tidak mudah,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Bunda Yin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pekerja. “Selamat Hari Buruh. Untuk setiap keringat, ada harapan yang terus diperjuangkan,” tutupnya. (r/isl)