Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia

Bisnis54 Dilihat

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski kondisi geopolitik global masih berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

Menurut Bahlil, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM subsidi karena mayoritas konsumsi BBM nasional berasal dari jenis yang mendapat subsidi.

“Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting. Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang nonsubsidi itu 20 persen. Yang 80 persen tetap menjadi bagian yang ditanggung oleh pemerintah,” ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (3/8/2026).

Bahlil menjelaskan, berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax ditentukan berdasarkan mekanisme pasar yang mengacu pada pergerakan Indonesian Crude Price (ICP) atau harga minyak mentah Indonesia.

BACA JUGA :  BTN Dukung WSBI Digitalisasi & Inklusi Keuangan Global

Menurutnya, apabila harga minyak dunia turun, harga BBM non-subsidi juga akan mengalami penyesuaian turun. Sebaliknya, jika harga minyak dunia meningkat, maka harga BBM non-subsidi juga berpotensi naik.

“Menyangkut dengan BBM yang non-subsidi, itu harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik,” katanya.

Ia mengungkapkan, saat ini harga minyak dunia sedang mengalami penurunan sehingga sejumlah badan usaha penyedia BBM telah menyesuaikan harga jual BBM non-subsidi.

“Sekarang kan lagi turun, dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu,” tambahnya.

Menanggapi kemungkinan perubahan harga BBM di tengah dinamika geopolitik global, Bahlil menyebut perkembangan tersebut masih bergantung pada kondisi pasar internasional. Namun, ia kembali menegaskan pemerintah akan tetap menjaga harga BBM subsidi agar tidak mengalami kenaikan.

BACA JUGA :  KKP Gelar Pengawasan, Kehigienisan Ikan di Pasar Telah Penuhi Persyaratan

Pernyataan tersebut memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa subsidi energi tetap menjadi prioritas pemerintah, terutama mengingat sekitar 80 persen konsumsi BBM nasional masih bergantung pada BBM bersubsidi. (mi/isl)