DPP HARI Kecam Keras Karnaval Satanik di Pekalongan, Kementerian Agama Diminta Bertindak

Nasional17 Dilihat

Medan – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) mengecam keras pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW yang dibalut dengan Karnaval menampilkan ritual mirip satanik Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Penyajian karnaval yang viral di media sosial ini dinilai sangat mencederai perasaan umat Islam. Kepada awak media, Ketua DPP HARI HM. Nezar Djoeli dengan tegas menyatakan, sajian yang ditampilkan tersebut telah melanggar Sila I Pancasila.

BACA JUGA :  PSI Sumut Soroti Pembangunan Infrastruktur saat Dampingi Kampanye Bobby - Surya di Kepulauan Nias

“Dalam karnaval tersebut menampilkan pemujaan-pemujaan setan yang diciptakan dengan menyembelih kambing, meminum darah kambing dan sebagainya. Ini merupakan pelanggaran terhadap sila pertama (Pancasila),” sesalnya.

Untuk itu, lanjutnya, “Kami minta kepada Kementerian Agama, harus berani memecat seluruh jajaran yang ada di daerah Pekalongan. Kenapa lolos memberikan ijin terhadap peristiwa karnaval tersebut.”

BACA JUGA :  Kabar Duka Nasional: Nyak Sandang, Donatur Pesawat Pertama RI, Wafat di Usia 100 Tahun

Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah Pekalongan, agar memecat jajarannya yang memberikan ijin pemakaian tempat, agar diganti dengan orang-orang yang agamais.

“Agar ketika melaksanakan sebuah ritual keagamaan, jangan sampai menyimpang dan menyinggung perasaan umat Islam,” sebutnya.

Selain itu, ia berharap kepada elemen ormas Islam, agar tidak berpangku tangan melihat pelecahan terhadap agama ini.

BACA JUGA :  Ketua DPP HARI Apresiasi Kinerja Kejagung dalam Pemulihan Aset Negara dan Perlindungan Hutan

“Bila perlu, desak pemerintah pusat untuk melakukan investigasi dan menangkap orang-orang yang terlibat memprekarsai kegiatan ini,” tandasnya.(j/isl)